Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘tips keluarga’ Category

Waktu: tgl 3 des 2016, pukul 20.00 wib
Tema: kesehatan alat kelamin
Pemateri: dr. Ningsih Widyana
Moderator: mayyadah

Materi Pengantar:

“Vaginitis”
Pengertian : vaginitis adalah infeksi yang terjadi pada vagina . Penyebab vaginitis :
1. Jamur : vulvovaginal candidiasis
2. Bakteri : bacterial vaginosis
3. Parasit : trichomoniasis

Manifestasi klinis :
1. Vulvovaginal candidiasis disebabkan oleh candida albicans. Gejala : paling sering gatal, keputihan seperti cream, keputihan lengket di dinding vagina, liang vagina hiperemis (terdapat eritema vagina) , mudah berdarah, dan sangat gatal.

  1. Bacterial vaginosis disebabkan oleh gardenella vaginalis dimana terjadi pertumbuhan abnormal dari flora normal vagina. Gejala : keputihan putih keabu abuan, encer, keputihan yang banyak, dan sangat bau.
  2. Trichomoniasis di sebabkan oleh trichomonas vaginalis. Gejala : keputihan berwarna kuning kecoklatan, berbuih atau berbusa, bau, sangat perih, liang vagina hiperemis atau kemerahan dan timbul bintik2 ( strawberry cervix)

Diagnosis :
Diagnosa di tegakan dari anamnesa terhadap pasien dan di lakukan pemeriksaan spekulum, palpasi bimanual, uji ph.
Pemeriksaan penunjang sangat di perlukan untuk menentukan penyebab dari vaginitis itu sendiri.
– vulvovaginal candidiasis di perlukan pemeriksaan vaginal swab dengan KOH 10 %
– bacterial vaginosis dan trichomoniasis di perlukan pemeriksaan sediaan basah dengan NaCl

Pencegahan :
1. Menjaga agar vagina dan sekitarnya tetap bersih serta kering. Setelah selesai BAK hendaknya vagina di lap dengan handuk bersih (lebih…)

Read Full Post »

Waktu: 26 nop 2016 pukul 20.00 wib.
Tema: Satu Atap dengan Mertua
Narasumber: Affi Yunita Rahmah
Moderator: Mayyadah

Materi:
Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Tema sharing kulwap saat ini adalah SERUMAH DENGAN KELUARGA MERTUA

Sebelumnya, dalam Islam tidak ada bahasan khusus mengenai hal ini, karena termasuk dalam lingkup komunikasi dan birrul walidain. Pada saat menikah, kewajiban suami adalah memberikan nafkah yang layak, salah satunya adalah tempat tinggal bagi istri. Kelayakan tsb bisa berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing. Namun dalam prakteknya di lapangan, ada beberapa poin yang patut diperhatikan:

  1. Apakah serumah dengan mertua dibolehkan atau tidak dianjurkan dalam Islam?

– Dalam Islam kewajiban anak adalah berbakti kepada orang tua, bahkan saat orang tua sudah tiada. Di saat berkeluarga, bagi anak laki-laki terutama, tetap berkewajiban menjaga ibu. Karena bakti seorang laki-laki dari lahir sampai dewasa adalah pada keridhaan ibu, sedangkan bakti perempuan sebelum menikah adalah kepada orang tua, dan sesudah menikah berpindah kepada suaminya. Maka dalam hal ini diperbolehkan bahkan dianjurkan berbakti, salah satunya melalui tinggal serumah dengan orang tua / mertua.

  1. Bagaimana jika kita ingin mandiri terpisah dari orang tua?

– Idealnya memang keluarga yang mandiri adalah keluarga yang hidup terpisah dari orang tua, sehingga meminimalkan ketergantungan baik materi atau moral. namun kembali lagi ke awal, jika orang tua menginginkan hidup bersama anaknya, maka tidak ada msalahnya kita ikuti sebagai birrul walidain.

jika tetap menginginkan terpisah, kemukakan alasan yang bijak, dan cari tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari orang tua, dalam artian masih memungkinkan sering menjenguk bersilaturahim.

  1. Bagaimana jika mertua adalah ayah saja (ibu mertua sudah wafat)?

– Dalam Islam, ayah mertua termasuk mahram. jadi sah saja jika tinggal bersama ayah mertua. Dengan catatan, tidak ada hal-hal negatif yang merugikan istri (keluarga inti). Karena bagaimanapun juga, suami merupakan pemimpin dan pelindung keluarganya. Jika istri / suami merasa suasana tidak kondusif, atau bahkan -naudzubillah- menjurus pada terancamnya kehormatan istri, maka lebih baik pindah dari rumah tsb. (lebih…)

Read Full Post »

Resume Materi Kulwap Tgl 22 oktober 2016.

Tema: MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK

Pemateri : Hayati Fashiha Lubis.

Moderator: Mayyadah

Pendahuluan:

Salah satu poin terpenting dalam mendidik anak adalah memahami kebutuhannya. Memahami prioritas kebutuhannya. Agar kita gak salah sambung. Si anak mau A , kita berikan dia B. Layaknya manusia dewasa, anak juga memiliki kebutuhan. Contoh simpelnya: seperti yang diceritakan Maria Montessory dalam bukunya ; Seorang anak menangis di perjalanan menarik jacket ibunya yang digantungkan di tangannya – jadi jacketnya cuma dipegang bukan dikenakan-,

Apa kira-kira yang membuat anak itu menangis?

Ternyata ; bagi si anak, jacket itu untuk dipakai, bukan untuk dipegang-pegang saja. Ini adalah kebutuhan akan rasa aman. Dia sudah terbiasa melihat jacket itu untuk dikenakan bukan digantung di tangan ketika berjalan. Dia merasa ada yang tak aman saat jacket tak dikenakan.

Lalu , apa saja kebutuhan anak? Merujuk pada teori Maslow bahwa manusia punya 10 kebutuhan dasar, begitu juga dengan anak. Mereka juga memiliki 10 kbutuhan dasar, tapi dengan porsi yang berbeda dengan manusia dewasa pada beberapa hal. Ok. Kita akan bahas satu persatu.

  1. Kebutuhan dasar/ asasi.mencakup kebutuhan akan makanan, minuman, udara untuk bernafas juga rasa dicintai.

Nah, misalkan ada seorang anak menangis, coba kita periksa kebutuhan dasarnya di atas, apakah sudah terpenuhi.

Seorang bayi kadang akan menangis  ketika dibawa ke satu tempat yang baru baginya. Bukan karena lapar atau haus, tapi hawa dan udara yang ia cium terasa tidak biasa. Misalkan rumah yang beraroma berbeda dengan rumahnya, bau masakan yang aneh, bau sampah yang menusuk dan sebagainya. Jadi jangan langsung panik saat bayi menangis padahal ia tidak lapar dan haus.mungkin hidungnya mencium aroma baru yang blum pernah ia kenal.

Begitu juga dengan kebutuhan makanan dan minumannya. Anak dipaksa belajar di pagi hari, padahal ia belum sarapan apapun. Bila akhirnya ia susah konsentrasi, maka itu adalah wajar. Sebab kebutuhan asasinya belum terpenuhi. Kalau mau duduk nyaman menyambut tamu, maka kenyangkanlah dulu anak2. Sebab bila mereka kelaparan, mereka tak akan tenang. Cemilan tamu akan dilahap, membuat kegaduhan dan sebagainya. (lebih…)

Read Full Post »

Tema: TUMBUH BERSAMA AYAH

Pemateri: H.Aliasyadi, MA.
Moderator: Jusmiati
Waktu Kulwap: Sabtu, 15 Oktober 2016, Pukul 19.00 WITA
Grup: Kelas Parenting Mayyadah

Pengantar:

Peran ayah dalam mendidik anak tidak dapat dipungkiri. Bahkan al qur’an yang menjadi sumber inspirasi kami dalam mendidik anak mengisyaratkan hal tersebut setidaknya dalam dua hal. Pertama : Al qur’an merekam beberapa pesan-pesan akhlak seorang ayah  kepada anak lewat nabi Ibrahim, nabi Ya’qub dan Lukman. Kedua : Al qur’an merekam dialog anak kepada ayah berupa panggilan “wahai ayahku” sebanyak delapan kali pada kisah Nabi Ibrahim, Ismail, Yusuf. Apa sih peran ayah ?

Pertama : Ayah menjadi faktor penyeimbang bagi jiwa dan pikiran anak. Peran ayah tidak sebatas mengisi kantong dan perut anak-anaknya. Lebih dari itu, ayah harus hadir mengisi kehidupan anak. Kehadiran ayah memberikan keseimbangan pada mental dan kejiwaan anak. Banyak sisi  akan berjalan pincang bila  hanya diisi oleh ibu.

Contoh 1: pengaruh dekapan dan pelukan seorang ayah kepada anak ternyata berbeda dari pelukan seorang ibu terhadap kejiwaan anak.  Dekapan ibu berarti perhatian dan kelembutan bagi anak. Tapi dekapan ayah berarti rasa aman pada  jiwa anak.

Contoh 2: cara ibu menyelesaikan persoalan biasa pasif. Sedangkan ayah menyelesaikan persoalan secara aktif. Saat ada kecoa di dalam rumah, mamanya kembar berteriak: awas ada kecoa, sini nak sama mama! Nanti digigit.  Saya sebagai ayah merespon sebaliknya. Jangan takut, ambil sapu nak, usir keluar.

Bila anak hanya terbiasa dengan solusi sang ibu, maka banyak masalah yang akan diselesaikannya dengan cara pasif. Ayah hadir di sini memberi keseimbangan.

Contoh 3:  Cara ibu memotivasi anak lebih kpd pendekatan perasaan. Ayah memotivasi anak lewat pendekatan rasional. Anak kami, Azka dan Ahda, sekarang tahfiz. Jika keduanya bertanya; Kenapa  saya harus hafal qur’an? Mamanya menjawab: Kalau azka ahda hafal al qur’an akan bikin mama senang dan bangga. Mama akan dimasukkan surga gara-gara azka dan ahda hafal qur’an.

Saya biasanya beda lagi, saya bilang: kalau azka dan ahda hafal al qur’an bisa bisa jadi imam, ikut lomba/ musabaqah,  kalau menang azka ahda bisa beli banyak mainan. (lebih…)

Read Full Post »

Waktu Kulwap Grup Parenting Mayyadah: 3 oktober 2016, pukul 19.00 WITA

Pemateri: Mayyadah

Moderator: Jusmiati Usman

Tema: Al-Qur’an Sumber Inspirasi Parentingku


Bismillah…

Dalam kulwap ini saya gak akan membahas ttg parenting ala Montessori, Charlote Mason, atau sejenisnya. Materi parenting yg akan saya bagikan adl parenting Qur’ani, yang sumbernya tentu saja dari Al-Qur’an beserta kajian tafsirnya.

Mengapa Al-Qur’an? Bisa dikatakan bahwa semua pengetahuan dan wawasan ada dalam al-Qur’an. Materi al-Qur’an sifatnya syaamil, global, dan bisa diaplikasikan oleh siapa saja baik yang keluarganya tipe A, maupun keluarganya tipe B.

Ada beberapa ayat-ayat Al-Qur’an yang bisa dijadikan inspirasi dalam parenting. Di kulwap ini saya akan menyebutkan 2 contoh ayat:

Pertama: bagaimana sikap orangtua menghadapi kebiasaan buruk anaknya. Kebiasaan buruk anak berasal dari hal yang ia lakukan berulang-ulang. Perilaku tersebut akhirnya terprogram di otak sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Misalnya sang anak kecanduan game sampai lupa jam makan. Karena sikap anak sudah sampai kepada tahap “kebiasaan”, maka tentu saja tidak mudah menghentikannya.

Otak anak mengalami perkembangan di masa2 pertumbuhan. Olehnya itu, sangat penting bagi orangtua utk mengisi otak anak dg program-program yang positif. Dlm bbrapa kasus, anak yg kecanduan game dimulai dari pembiaran orangtua. Anak menangis, dibujuk dengan gadget. Ibu gak mau diganggu, anak pun didiamkan pakai gadget.  Akhirnya anak pun gak bisa jauh2 dari gadget. Tidak mudah menghilangkan kebiasaan buruk anak bukan berarti tidak mungkin (optimis dong!) 🙂

Ada beberapa cara bagaimana orangtua menghadapi kebiasaan buruk anak. Salah satunya kita bisa mengambil inspirasi pada cara Al-Qur’an mengeluarkan “larangan” atas sesuatu. Dalam al-Qur’an, larangan juga ada tingkatannya. Menariknya, larangan kepada kebiasaan tingkat berat, al-Qur’an tidak mengharamkannya secara serentak, tetapi step by step, pelan-pelan 🙂 (lebih…)

Read Full Post »

I’m starting to learn how to be a calm mother.  I’ve found that yelling is not useful to make my children having good behavior. I felt such a poor mom because i just  regret my self after yelling at my twin. Because my bad habbit, they even learn how to yell and raise their voice each other 😦

Anyway, no mom is perfect, but all moms can learn and learn. No matter how difficult, we have to cut this bad cycle. I’m super excited to success my commitment that i dont want to yell at my twins anymore. I’ve already made my 4 weeks without yelling project. Step by step! Wish me luck! 😀

So, i collect all these photos and tips from many parenting website and pinterest, to help me reaching my goal. I hope all moms gonna learn from these tips too, so we can support and share more peace family together, start from ours 🙂


(lebih…)

Read Full Post »

Ini adalah Ramadan pertama Azka-Ahda di mana usianya menurut saya sudah bisa dilatih untuk berpuasa. Tahun ajaran baru nanti mereka sudah duduk di bangku SD. Usia mereka juga sudah 6,5 tahun. Dari pengalaman masa kecil saya dulu dan setelah membaca sharing para ibu di wall fb seorang sahabat, maka saya pun semakin mantap untuk melatih my twin berpuasa.

Kesulitan terberat bagi orangtua adalah saat-saat membangunkan si buah hati untuk sahur. Syukurlah, sikembar adalah tipe anak yang mudah dibangunkan. Cukup dicolek satu-dua kali mereka udah bangun 🙂 Bahkan pada hari ke lima, justru mereka bangun sendiri setelah mendengar saya ngobrak-ngabrik dapur hahah.

Sahur buat anak-anak tentu harus berkualitas buat jadi amunisi mereka seharian. Saya bikinin susu, jadi setelah makan berat mereka minum segelas susu. Alhamdulillah, sikembar kalo masalah makan gak milih-milih. Dikasih menu apa aja mereka oke-oke saja. Suatu anugerah juga buat ibu rumah tangga yang gak terlalu pintar-gak kreatif masak seperti saya hahah.

Pertama-tama kami matok jam buka puasanya di pukul 12 siang. Latihan setengah hari dulu. Secara bertahap, nanti kami akan mundurin waktu bukanya pelan-pelan. Dari pukul 12, besoknya pukul 14, dan seterusnya. Kami juga memotivasi sikembar dengan hadiah yg mereka inginkan. Klo puasanya berhasil full, mereka minta dibelikan Robot Satria Garuda. (Hufftt, untung gak minta macem2). Klo puasanya setengah hari aja, kami akan belikan es krim atau jajanan favorit mereka. Kami juga gak berhenti bilang ke mereka klo anak-anak yg rajin ibadah akan disayang sama Allah, tambah disayang sama mama baba. Karena mereka suka bgt nyimak cerita, kami juga udah nyiapin stok ‘dongeng/cerita’ buat ngisi waktu mereka biar gak terlalu ngerasa nunggu lama waktu bukanya. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »