Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Homeschooling’ Category

Alhamdulillah, laptop yang sempat ‘mati’ sampai dua bulan akhirnya is back! Baru blogging lagi huhu. Apa kabar sikembar? Desember 2016 lalu sikembar memasuki usia 8 tahun. Usia segitu udah kelas 2 SD klo mereka sekolah 😀 Alhamdulillah, kami masih istiqamah meng-hs-kan mereka. Sejauh ini mereka, terutama kami enjoy menjalani sistem “gak sekolah” ini.

Kami belum merumuskan rencana-rencana baru lagi buat mereka. Aktivitas terbaru sikembar sekarang adalah karate dan aritmatika. Cerita daftarin mereka karate cukup alot juga. Soalnya sebelumnya sikembar udah sabuk hijau di klub taekwondonya. Setelah kami evaluasi, ternyata klub tersebut gak sesuai harapan. Manajemennya gak bagus, trus yg usia anak-anak gak terlalu diperhatikan 😦 Akhirnya kami tanya sikembar, mau gak dipindah ke klub yang dekat, jadi mama baba juga ga susah antar jemput. Awalnya mereka ogah, krn udah dekat ama kaka-kakanya di klub taekwondo. Kami pun ‘paksa’ halus haha. Kita bawa mereka ke lokasi, pas ngeliat anak-anak di klub karate itu ternyata lbh byk yg seumuran mereka, akhirnya mereka luluh juga. Malah sekarang mereka selalu bilang “maa, saya lebih suka karate daripada taekwondo.” 😀 (lebih…)

Read Full Post »

Di rumah kami yang sederhana, barang-barang bekas sering disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat. Bahkan dalam bermain, sikembar sering menggunakan bahan-bahan bekas seperti kardus, botol2 plastik, kertas yang gak dipakai lagi, dan sejenisnya.

Kali ini sikembar saya ajak untuk menghias bookshelfnya. Sebenarnya rak buku ini udah lama, aslinya juga dari baja ringan bekas yang biasanya dipakai buat bikin atap rumah. Baja ringan itu kami cat putih dan dibelikan penyangga. (lebih…)

Read Full Post »

Sudah lama saya gak memberi praktik prakarya (DIY) buat sikembar. Lalu kebetulan di grup watsapp Homeschooling Muslim Nusantara Wilayah Sulawesi sedang ada kelas Crafting Online for Kids. Saya langsung semangat menyiapkan bahan-bahannya apalagi materialnya sangat mudah didapat:

  • Kertas (bisa kertas bekas kalender, kertas kado, atau kertas hvs biasa) Saya pakai kertas bekas amplop coklat.
  • Double tape
  • Gunting
  • Pensil

Udah, itu aja! Mudah banget kan. Tapi hasilnya bisa jadi sesuatu yang keren. Temanya: 3D Wallpaper. Mentor di grup ngasih contoh gambar hasilnya. Jadwal craftnya awalnya jam 13.00 wita, lalu delay sampe pukul 16.00 karena mentor/adminnya lagi putus koneksi (resiko kelas online haha).

Sikembar baru eksekusi prakaryanya ba’da isya karena baru waktu itu kami bisa dengan leluasa beraktivitas. Kalo ibu2 member lain semuanya baru eksekusi prakarya keesokan harinya soalnya memang tutorial dari admin baru dikasih pukul 23.00 wita. Pengennya sih gitu juga, apalagi malam itu sebenarnya saya sangat letih abis ngejar laporan di kantor. Tapi esoknya, saya ada workshop sampe sore, jadilah prakarya itu harus beres malam itu juga, sebelum sikembar tidur. Jadi ceritanya mereka mendahului mentornya :p. (lebih…)

Read Full Post »

RESUME KULWAP 29 OKTOBER 2016

Tema: Otitis Media: Infeksi Telinga Paling Sering Pada Anak

Oleh: dr.Fatmawati Arsyad Said, Sp.THT-KL, M.Kes

Moderator: Jusmiati

Pendahuluan:

Otitis media akut adalah infeksi bagian tengah telinga (otitis= telinga, media= tengah) yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak. Tuba estachius yang lebih pendek pada anak-anak memudahkan masuknya bakteri dan virus ke dalam telinga tengah. Infeksi telinga ini seringkali berkembang setelah infeksi virus, seperti pilek atau flu. Bagian di belakang gendang telinga akan membengkak dan mengumpulkan cairan (efusi).

Gejala : Gejala otitis media pada bayi terdiri dari demam, rewel, selera makan menurun, susah tidur, keluar cairan dari telinga dan sering menarik-narik atau menggosok telinga.Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin mengeluhkan rasa sakit di telinga dan gangguan pendengaran sementara.

Diagnosis : Didasarkan pada anamnesis yang teliti, pemeriksaan rutin THT, pemeriksaan penunjang THT.Diagnosis dan pengobatan sedini mungkin memegang peranan penting dalam mencegah akibat lanjut (komplikasi) dari penyakit ini.

Pencegahan :

  • Jaga kesehatan bayi agar tidak terkena ISPA (Batuk, Pilek, Radang Tenggorokan)
  • Setiap 6 bulan sekali, periksakan bayi ke dokter THT untuk mengecek kesehatan telinganya, untuk menghindari gangguan pendengaran.
  • Jangan mengorek-ngorek telinga bayi/anak karena bisa mendorong kotoran dan menambah iritasi pada telinga sehingga memperberat infeksi.

PERTANYAAN PRAKULWAP

  • bunda Nurul fathonah: Assalamualaikum.. mau tanya bunda..Anak saya usia 2,5 thn sdh hampir 6 bulan telinganya berair.. sdh bbrp kali berobat k dokter tht sembuh.. tp klo pilek batuk kambuh lagi.. saya sampe kasian klo harus minum obat kimia terus.. pdhal tdk minum es atau jajan yg sembarangan.. adakah tindakan medis yg aman..? Tnpa harus konsumsi obat..?

Jawaban: wa’alaikumussalam.wrb. kasus anak bunda biasa dikenal dengan OMSK (Otitis Media Supuratif Kronik) atau infeksi telinga tengah yg perlangsungannya lebih dr 2 bulan. Penyakit ini awalnya berlangsung akut namun krn bbrpa faktor berlanjut menjadi kronik, mgk karena adanya infeksi berulang, faktor alergi makanan atau masuknya air ke dlm telinga tengah (saat mandi/berenang). Karena pd kondisi ini gendang telinga sudah perforasi (bocor). Mmg perawatan harus rutin bun, obat kimia jika diberi sesuai indikasi sy rasa aman apalagi sesuai petunjuk ahli THT. Ditakutkan bocor pd gendang bertambah besar, pendengaran makin berkurang dan terjadi komplikasi lebih jauh. Untuk Kasus2 tertentu dgn cairan telinga yg minim biasanya dianjurkan pengobatan topikal (obat tetes). (lebih…)

Read Full Post »

Hampir genap 8 tahun sikembar, dan homeschoolingnya sudah masuk bulan ke 8. Menjelang usia 8 tahunnya, kami berinisiatif untuk lebih menggali jiwa leadership dan responsibilitasnya. Dalam sebuah artikel psikologi yg saya baca, di usia 8 tahun, anak sudah bisa diamanahi tanggungjawab dan aktivitas yang mandiri. Di sisi lain, saya juga gak mau sikembar cuma bisa handle tugas2 rumahan, tetapi juga bagaimana nanti sikembar siap terjun ke masyarakat.

Meski belum 8 tahun, kami memutuskan utk mentraining mereka lebih dini, sebelum mereka terjun magang profesional. Kebetulan Babanya adalah seorang mentor di sebuah lembaga pendidikan Islam di kota Palu yang bernama: Rumah Kitab Kuning (RKK). Dirut RKK sendiri adalah sahabat kami sejak di Kairo. Di RKK, saat ini sudah ada 4 kelas. Tiap kelas terdiri dari 13-16 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Karena di lembaga tersebut belum ada staf khusus yang menghandle kelas, akhirnya sikembar pun distafkan di situ 😀 (lebih…)

Read Full Post »

Materi ini bersumber dari kulwap grup HSMN (Homeschooling Muslim Nusantara) wilayah Sulawesi tanggal 30 Agustus 2016. Materinya saya resume kembali. Kebetulan saat itu saya yang jadi notulennya dan bunda Ningrum yg jadi moderator 🙂

Narasumber: Abah Lilik Riza (Ust. Fadli Riza), seorang pegiat home education, ayah 6 anak Konselor sekaligus coach di Rumah Keluarga Indonesia Yogyakarta.

Muqaddimah: Pendidikan adl tarbiyah yang bermakna “tumbuh-kembang”. Tumbuh mewakili makna biologis, sedangkan kembang mewakili makna psikis, yang memiliki tujuan, sarana, tahapan, fungsi, dan sebagainya. Demikian pula dengan pendidikan anak/tarbiyah awlad juga memiliki komptenesi yang hrs dicapai, ingin dan butuh dicapai, tahapan, dan lainnya, yang sudah diatur dalam Islam. Tujuan pendidikan Islam adl mendidik al-fahmu asy-syaamil dan al-iltizam alkaamil (kefahaman menyeluruh, lengkap dan komitmen sempurna).

Proses pendidikan tidak sesederhana dengan taklim atau transfer ilmu. Di sana ada emosi, ada nilai, ada kejujuran, ada logika dan teladan, sehingga hrs diperhatikan cara berfikir, cara bertindak, cara merasa, cara bersikap, dan cara berbicara. Setidaknya ada 4 hal yang menjadi isi dalam menyusun kurikulum pengembangan diri anak: (lebih…)

Read Full Post »

Setelah menyetor tahfiznya, saya meminta sikembar mengambil kotak obat dan peralatan lainnya seperti gunting dan spidol merah.

Mereka bertanya: Mau apa, Mama? Saya bilang kalo mama mau ajar ade sama kaka jadi dokter cilik. Kalo nanti mama dan baba gak ada di rumah, terus ada yang terjatuh atau terluka, maka ade sama kaka udah bisa mengobati sendiri lukanya.

Selama ini memang kadang mereka saya tinggal berduaan aja di rumah. Mereka biasa saya ajak ke kampus, tetapi mereka lebih milih tinggal di rumah. Mereka gak takut atau gimana2 kalo saya sama babanya kembar sampe keluar rumah ninggalin mereka berdua aja sampai dua-tiga jam.

Yang pertama mencoba belajar melakukan pertolongan pertama adalah Ahda. Azka pun pura-pura jatuh, kakinya berdarah darah merah spidol :D.

Berikut foto-fotonya: (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »