Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Homeschooling’ Category

Awalnya dapat info klo J.Co. Indonesia di kota Palu mau adain weekend activity for kids via facebooknya Info Kota Palu. Langsung aja saya daftar sikembar dan Sabtu pagi saya udah ditelpon kalo acaranya pukul 12 siang.  Kirain acaranya on time gitu, ternyata delay sampe nyaris pukul 13. Huuuffft. Sikembar udah gemes (nunggu ga sabaran) krn udah datang on time. Sikembar sempat malu-malu dan gak pede soalnya yang datang anak-anak gadis semua haha. Tapi slow but sure, mereka akhirnya bisa enjoy, bahkan di akhir acara mereka minta ikut lagi utk weekend depan 😀 (lebih…)

Read Full Post »

Salah satu skill yang menurut saya harus dimiliki anak abad modern adalah engineering skill. Sekurang-kurangnya anak dapat melihat bagaimana konsep matematika, sains, dan teknolgi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sikembar sebenarnya udah belajar mengasah skill ini lewat lego atau brick. Bagian-bagian lego dapat dibongkar-pasang mengikuti konstruksi yang disediakan di dalam kemasan, atau lewat imajinasi sikembar. Saya sudah pernah memposting foto-foto hasil kreasi brick tersebut di postingan sebelum-sebelumnya 🙂

Nah, kali ini saya menantang skill engineering mereka lebih jauh lewat stik es dan tusuk sate. Mereka akan menyulap bahan itu menjadi sebuah konstruksi yang tidak membutuhkan perekat atau pengikat. Namanya Self Supporting Bridge yang merupakan karya dari Leonardo Da Vinci yang jenius itu.

Berikut dokumentasi pembuatannya: (lebih…)

Read Full Post »

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak terlontar di forum-forum parenting hingga grup homeschooling. Beberapa keluarga berpikir jika ayah dan ibu sibuk bekerja, apa mungkin anak-anak bisa disekolah-rumahin aja?

Dulu juga saya berpikir seperti itu. Saya sendiri seorang buruh negara (dosen PNS di sebuah PTAIN), sedangkan suami meski bukan PNS tapi lebih sibuk dari saya. Di rumah kami gak ada asisten, pun sanak saudara. Hanya mama saya yang kadang datang, nginap paling lama sebulan. Punya dua anak laki-laki yang super aktif, kebayang kan kalo pendidikannya mereka kami juga yg mengurus semua?

Kami hanya berbekal keyakinan dan doa. Akhirnya, alhamdulillah, sikembar sampai sekarang ‘gak sekolah’. Dari tahfiz hingga materi pembelajaran, kami handle mandiri 😀

Berikut tips-tips yang bisa saya bagikan, terutama bagi ibu pekerja di luar rumah yang berniat mau menghomeschoolingkan anaknya: (lebih…)

Read Full Post »

Alhamdulillah, laptop yang sempat ‘mati’ sampai dua bulan akhirnya is back! Baru blogging lagi huhu. Apa kabar sikembar? Desember 2016 lalu sikembar memasuki usia 8 tahun. Usia segitu udah kelas 2 SD klo mereka sekolah 😀 Alhamdulillah, kami masih istiqamah meng-hs-kan mereka. Sejauh ini mereka, terutama kami enjoy menjalani sistem “gak sekolah” ini.

Kami belum merumuskan rencana-rencana baru lagi buat mereka. Aktivitas terbaru sikembar sekarang adalah karate dan aritmatika. Cerita daftarin mereka karate cukup alot juga. Soalnya sebelumnya sikembar udah sabuk hijau di klub taekwondonya. Setelah kami evaluasi, ternyata klub tersebut gak sesuai harapan. Manajemennya gak bagus, trus yg usia anak-anak gak terlalu diperhatikan 😦 Akhirnya kami tanya sikembar, mau gak dipindah ke klub yang dekat, jadi mama baba juga ga susah antar jemput. Awalnya mereka ogah, krn udah dekat ama kaka-kakanya di klub taekwondo. Kami pun ‘paksa’ halus haha. Kita bawa mereka ke lokasi, pas ngeliat anak-anak di klub karate itu ternyata lbh byk yg seumuran mereka, akhirnya mereka luluh juga. Malah sekarang mereka selalu bilang “maa, saya lebih suka karate daripada taekwondo.” 😀 (lebih…)

Read Full Post »

Di rumah kami yang sederhana, barang-barang bekas sering disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat. Bahkan dalam bermain, sikembar sering menggunakan bahan-bahan bekas seperti kardus, botol2 plastik, kertas yang gak dipakai lagi, dan sejenisnya.

Kali ini sikembar saya ajak untuk menghias bookshelfnya. Sebenarnya rak buku ini udah lama, aslinya juga dari baja ringan bekas yang biasanya dipakai buat bikin atap rumah. Baja ringan itu kami cat putih dan dibelikan penyangga. (lebih…)

Read Full Post »

Sudah lama saya gak memberi praktik prakarya (DIY) buat sikembar. Lalu kebetulan di grup watsapp Homeschooling Muslim Nusantara Wilayah Sulawesi sedang ada kelas Crafting Online for Kids. Saya langsung semangat menyiapkan bahan-bahannya apalagi materialnya sangat mudah didapat:

  • Kertas (bisa kertas bekas kalender, kertas kado, atau kertas hvs biasa) Saya pakai kertas bekas amplop coklat.
  • Double tape
  • Gunting
  • Pensil

Udah, itu aja! Mudah banget kan. Tapi hasilnya bisa jadi sesuatu yang keren. Temanya: 3D Wallpaper. Mentor di grup ngasih contoh gambar hasilnya. Jadwal craftnya awalnya jam 13.00 wita, lalu delay sampe pukul 16.00 karena mentor/adminnya lagi putus koneksi (resiko kelas online haha).

Sikembar baru eksekusi prakaryanya ba’da isya karena baru waktu itu kami bisa dengan leluasa beraktivitas. Kalo ibu2 member lain semuanya baru eksekusi prakarya keesokan harinya soalnya memang tutorial dari admin baru dikasih pukul 23.00 wita. Pengennya sih gitu juga, apalagi malam itu sebenarnya saya sangat letih abis ngejar laporan di kantor. Tapi esoknya, saya ada workshop sampe sore, jadilah prakarya itu harus beres malam itu juga, sebelum sikembar tidur. Jadi ceritanya mereka mendahului mentornya :p. (lebih…)

Read Full Post »

RESUME KULWAP 29 OKTOBER 2016

Tema: Otitis Media: Infeksi Telinga Paling Sering Pada Anak

Oleh: dr.Fatmawati Arsyad Said, Sp.THT-KL, M.Kes

Moderator: Jusmiati

Pendahuluan:

Otitis media akut adalah infeksi bagian tengah telinga (otitis= telinga, media= tengah) yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak. Tuba estachius yang lebih pendek pada anak-anak memudahkan masuknya bakteri dan virus ke dalam telinga tengah. Infeksi telinga ini seringkali berkembang setelah infeksi virus, seperti pilek atau flu. Bagian di belakang gendang telinga akan membengkak dan mengumpulkan cairan (efusi).

Gejala : Gejala otitis media pada bayi terdiri dari demam, rewel, selera makan menurun, susah tidur, keluar cairan dari telinga dan sering menarik-narik atau menggosok telinga.Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin mengeluhkan rasa sakit di telinga dan gangguan pendengaran sementara.

Diagnosis : Didasarkan pada anamnesis yang teliti, pemeriksaan rutin THT, pemeriksaan penunjang THT.Diagnosis dan pengobatan sedini mungkin memegang peranan penting dalam mencegah akibat lanjut (komplikasi) dari penyakit ini.

Pencegahan :

  • Jaga kesehatan bayi agar tidak terkena ISPA (Batuk, Pilek, Radang Tenggorokan)
  • Setiap 6 bulan sekali, periksakan bayi ke dokter THT untuk mengecek kesehatan telinganya, untuk menghindari gangguan pendengaran.
  • Jangan mengorek-ngorek telinga bayi/anak karena bisa mendorong kotoran dan menambah iritasi pada telinga sehingga memperberat infeksi.

PERTANYAAN PRAKULWAP

  • bunda Nurul fathonah: Assalamualaikum.. mau tanya bunda..Anak saya usia 2,5 thn sdh hampir 6 bulan telinganya berair.. sdh bbrp kali berobat k dokter tht sembuh.. tp klo pilek batuk kambuh lagi.. saya sampe kasian klo harus minum obat kimia terus.. pdhal tdk minum es atau jajan yg sembarangan.. adakah tindakan medis yg aman..? Tnpa harus konsumsi obat..?

Jawaban: wa’alaikumussalam.wrb. kasus anak bunda biasa dikenal dengan OMSK (Otitis Media Supuratif Kronik) atau infeksi telinga tengah yg perlangsungannya lebih dr 2 bulan. Penyakit ini awalnya berlangsung akut namun krn bbrpa faktor berlanjut menjadi kronik, mgk karena adanya infeksi berulang, faktor alergi makanan atau masuknya air ke dlm telinga tengah (saat mandi/berenang). Karena pd kondisi ini gendang telinga sudah perforasi (bocor). Mmg perawatan harus rutin bun, obat kimia jika diberi sesuai indikasi sy rasa aman apalagi sesuai petunjuk ahli THT. Ditakutkan bocor pd gendang bertambah besar, pendengaran makin berkurang dan terjadi komplikasi lebih jauh. Untuk Kasus2 tertentu dgn cairan telinga yg minim biasanya dianjurkan pengobatan topikal (obat tetes). (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »