Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Homeschooling’ Category

Saya dulu gak pernah mengira bahwa kebiasaan saya dan si Baba yang suka baca buku bisa nular juga ke anak-anak kami. Soalnya saya udah sering lihat dan mengamati, ada keluarga yang bapak ibunya kutu buku, tapi anak-anaknya gak ada yg suka membaca. Padahal ortunya udah rajin beliin anaknya buku, tapi yaaa paling dilirik aja judulnya. Ujung-ujungnya si anak baca gadget (status) haha.

Beberapa teman yang biasa memperhatikan sikembar yg kalo membaca sampe gak peduliin sekitarnya sampe bertanya2, kok mereka bisa gila baca gitu. Bahkan buku berjilid-jilid kayak ensiklopedia itu sikembar sudah khatamkan semua πŸ˜€ Mungkin jawabannya adalah krn di rumah kami gak ada tipi dan penggunaan gadget selalu dalam pengawasan kami. Gadget kami gak ada gamesnya. Tapi bisa juga ada faktor2 lain yg membuat sikembar jadi suka membaca.

Beberapa waktu lalu, di grup parenting yang saya asuh, Bunda Lala yang saat itu jd pemateri memberi kulwap ttg tips membuat anak gila baca. Saya sharing resumenya di sini ya. Semoga bermanfaat πŸ™‚

  • Ajak komunikasi anak sejak dlm kandungan seperti membacakan Al-Qur’an dan buku
  • Kenalkan membaca sejak bayi: bacakan buku sejak anak baru lahir dg suara yg berirama, agar anak tertarik. Membuat pola membaca misalnya sblm tidur, dll. Berikan buku yg sesuai seperti gak mudah sobek, gak byk tulisan, dan byk warna gambarnya dan temanya yg bergizi
  • ciptakan suasana nyaman saat membaca (matikan hp, tempat rapi dll)
  • Menggairahkan anak membaca sejak usia 2 tahun: beri buku bergambar sedikit kata, ajak anak berpikir positif lewat membaca, ortu terlibat dan ikut membaca bersama, berikan hadiah anak berupa buku, berikan pujian, dll
  • konsisten memberikan rangsangan minat baca ke anak. Bulatkan tekad utk membuat jam baca bagi diri sendiri dan anak πŸ™‚
  • Jadi gak perlu menunggu sampe anak usia sekolah ya, parents, tanamkan minat baca anak sejak dini, jangan ditunda lagi πŸ™‚

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Awalnya dapat info klo J.Co. Indonesia di kota Palu mau adain weekend activity for kids via facebooknya Info Kota Palu. Langsung aja saya daftar sikembar dan Sabtu pagi saya udah ditelpon kalo acaranya pukul 12 siang. Β Kirain acaranya on time gitu, ternyata delay sampe nyaris pukul 13. Huuuffft. Sikembar udah gemes (nunggu ga sabaran) krn udah datang on time. Sikembar sempat malu-malu dan gak pede soalnya yang datang anak-anak gadis semua haha. Tapi slow but sure, mereka akhirnya bisa enjoy, bahkan di akhir acara mereka minta ikut lagi utk weekend depan πŸ˜€ (lebih…)

Read Full Post »

Salah satu skill yang menurut saya harus dimiliki anak abad modern adalah engineering skill. Sekurang-kurangnya anak dapat melihat bagaimana konsep matematika, sains, dan teknolgi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sikembar sebenarnya udah belajar mengasah skill ini lewat lego atau brick. Bagian-bagian lego dapat dibongkar-pasang mengikuti konstruksi yang disediakan di dalam kemasan, atau lewat imajinasi sikembar. Saya sudah pernah memposting foto-foto hasil kreasi brick tersebut di postingan sebelum-sebelumnya πŸ™‚

Nah, kali ini saya menantang skill engineering mereka lebih jauh lewat stik es dan tusuk sate. Mereka akan menyulap bahan itu menjadi sebuah konstruksi yang tidak membutuhkan perekat atau pengikat. Namanya Self Supporting Bridge yang merupakan karya dari Leonardo Da Vinci yang jenius itu.

Berikut dokumentasi pembuatannya: (lebih…)

Read Full Post »

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak terlontar di forum-forum parenting hingga grup homeschooling. Beberapa keluarga berpikir jika ayah dan ibu sibuk bekerja, apa mungkin anak-anak bisa disekolah-rumahin aja?

Dulu juga saya berpikir seperti itu. Saya sendiri seorang buruh negara (dosen PNS di sebuah PTAIN), sedangkan suami meski bukan PNS tapi lebih sibuk dari saya. Di rumah kami gak ada asisten, pun sanak saudara. Hanya mama saya yang kadang datang, nginap paling lama sebulan. Punya dua anak laki-laki yang super aktif, kebayang kan kalo pendidikannya mereka kami juga yg mengurus semua?

Kami hanya berbekal keyakinan dan doa. Akhirnya, alhamdulillah, sikembar sampai sekarang ‘gak sekolah’. Dari tahfiz hingga materi pembelajaran, kami handle mandiri πŸ˜€

Berikut tips-tips yang bisa saya bagikan, terutama bagi ibu pekerja di luar rumah yang berniat mau menghomeschoolingkan anaknya: (lebih…)

Read Full Post »

Alhamdulillah, laptop yang sempat ‘mati’ sampai dua bulan akhirnya is back! Baru blogging lagi huhu. Apa kabar sikembar? Desember 2016 lalu sikembar memasuki usia 8 tahun. Usia segitu udah kelas 2 SD klo mereka sekolah πŸ˜€ Alhamdulillah, kami masih istiqamah meng-hs-kan mereka. Sejauh ini mereka, terutama kami enjoy menjalani sistem “gak sekolah” ini.

Kami belum merumuskan rencana-rencana baru lagi buat mereka. Aktivitas terbaru sikembar sekarang adalah karate dan aritmatika. Cerita daftarin mereka karate cukup alot juga. Soalnya sebelumnya sikembar udah sabuk hijau di klub taekwondonya. Setelah kami evaluasi, ternyata klub tersebut gak sesuai harapan. Manajemennya gak bagus, trus yg usia anak-anak gak terlalu diperhatikan 😦 Akhirnya kami tanya sikembar, mau gak dipindah ke klub yang dekat, jadi mama baba juga ga susah antar jemput. Awalnya mereka ogah, krn udah dekat ama kaka-kakanya di klub taekwondo. Kami pun ‘paksa’ halus haha. Kita bawa mereka ke lokasi, pas ngeliat anak-anak di klub karate itu ternyata lbh byk yg seumuran mereka, akhirnya mereka luluh juga. Malah sekarang mereka selalu bilang “maa, saya lebih suka karate daripada taekwondo.” πŸ˜€ (lebih…)

Read Full Post »

Di rumah kami yang sederhana, barang-barang bekas sering disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat. Bahkan dalam bermain, sikembar sering menggunakan bahan-bahan bekas seperti kardus, botol2 plastik, kertas yang gak dipakai lagi, dan sejenisnya.

Kali ini sikembar saya ajak untuk menghias bookshelfnya. Sebenarnya rak buku ini udah lama, aslinya juga dari baja ringan bekas yang biasanya dipakai buat bikin atap rumah. Baja ringan itu kami cat putih dan dibelikan penyangga. (lebih…)

Read Full Post »

Sudah lama saya gak memberi praktik prakarya (DIY) buat sikembar. Lalu kebetulan di grup watsapp Homeschooling Muslim Nusantara Wilayah Sulawesi sedang ada kelas Crafting Online for Kids. Saya langsung semangat menyiapkan bahan-bahannya apalagi materialnya sangat mudah didapat:

  • Kertas (bisa kertas bekas kalender, kertas kado, atau kertas hvs biasa) Saya pakai kertas bekas amplop coklat.
  • Double tape
  • Gunting
  • Pensil

Udah, itu aja! Mudah banget kan. Tapi hasilnya bisa jadi sesuatu yang keren. Temanya: 3D Wallpaper. Mentor di grup ngasih contoh gambar hasilnya. Jadwal craftnya awalnya jam 13.00 wita, lalu delay sampe pukul 16.00 karena mentor/adminnya lagi putus koneksi (resiko kelas online haha).

Sikembar baru eksekusi prakaryanya ba’da isya karena baru waktu itu kami bisa dengan leluasa beraktivitas. Kalo ibu2 member lain semuanya baru eksekusi prakarya keesokan harinya soalnya memang tutorial dari admin baru dikasih pukul 23.00 wita. Pengennya sih gitu juga, apalagi malam itu sebenarnya saya sangat letih abis ngejar laporan di kantor. Tapi esoknya, saya ada workshop sampe sore, jadilah prakarya itu harus beres malam itu juga, sebelum sikembar tidur. Jadi ceritanya mereka mendahului mentornya :p. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »