Feeds:
Pos
Komentar

Entah berapa bait penyesalan jika kita terlambat membahagiakan. Kadang kita lupa bahwa menjadi bahagia, sejatinya adalah untuk membahagiakan yang tercinta. Ada banyak jalan, ribuan peluang dan kesempatan, namun hanya sedikit yang akhirnya berhasil mewujudkan. Ketika Bapak meninggal, saya baru sadar akan waktu yang terlewat sia-sia. Meski dulu setiap hari dengannya ada pertemuan, namun ternyata saya tak mampu membalas kebaikan Bapak dengan layak.

Sekarang Tuhan masih menguji saya dengan sekali lagi kesempatan. Kesempatan membahagiakan sosok lain. Dialah perempuan yang melahirkan dan membesarkanku. Dialah Mama. Mama memiliki sifat yang amat berbeda dengan almarhum Bapak. Mama adalah perempuan yang sensitif tapi sangat tangguh. Ceria tapi juga mudah menangis. Dingin sekaligus hangat. Jika Bapak kadang tak pernah pusing akan gaya berpakaian, namun sebaliknya, Mama sangat memperhatikan penampilannya.

1236931_10200684996071965_402854427_n

Foto terakhir kebersamaan Bapak dan Mama

Mama mengajari saya banyak hal. Menjadi perempuan, menjadi istri dan menjadi ibu. Mama kadang tak bisa mengatakan dengan jujur apa yang ada dalam hatinya, ia lebih banyak bersabar dan menyibukkan diri. Saat anak-anaknya studi ke luar pulau, atau menikah lalu merantau, Mama begitu tabah dan lebih memilih di rumahnya sendiri. “Saya tak mau merepotkan kalian,” katanya suatu hari. Dari sosoknya saya belajar kemandirian, ketangguhan, dan keikhlasan.

Jika Mama punya uang, ia lebih banyak memberi orang lain. Baju baru yang dibelikan, Mama tanpa pamrih menyedekahkan. Kadang anak-anaknya protes, tapi Mama yakin bahwa harta yang dimiliki manusia sebenarnya bukan hak pribadi saja. Tak heran semua dekat dengan Mama. Penjual sayur, tukang ojek, penjaga masjid, hingga pemilik warung semuanya mengenal dekat Mama. Saya dan adik-adik kadang tak mampu memahami sosoknya, tapi Mama tahu kami menyayanginya.

Di usia senjanya Mama masih secantik dulu. Namun usia tak pernah berdusta. Suatu hari Mama tergeletak di pembaringan, tak bisa bergerak. Ya Allah, baru kali itu saya melihat Mama jatuh sakit. Kata dokter, Mama terkena penyakit asam urat. Jika penyakit itu datang, Mama yang biasanya lebih suka jalan kaki kemana-mana, menjadi setengah lumpuh tak berdaya. Badannya menjadi sulit untuk digerakkan, terutama daerah tangan dan pahanya. Selain asam urat, saya sering mendengar Mama terserang batuk kering yang panjang hingga ia susah tidur di waktu malam.

Rambutnya yang memutih kini menjadi sebuah tanda. Saya, tak ingin menyesal lagi. Jika ada kesempatan, saya membelikan Mama tiket untuk membawanya ke kota tempat saya pindah kerja. Hasil bekerja saya sisihkan untuk Mama. Mama paling suka jika diajak ke swalayan atau toko perabotan. Lalu saya biarkan Mama membeli barang yang disukainya, meski nanti ujung-ujungnya dia lebih memikirkan kebutuhan saya. Kadang pula saya mengajak Mama ke warung makan dan membiarkan ia memilih sendiri menunya. Sederhana, namun itulah salah satu cara saya membahagiakannya.

Namun tak semua impian Mama bisa saya wujudkan. Seorang manusia biasa seperti saya juga memiliki keterbatasan. Saya bukanlah orang yang berpenghasilan di atas rata-rata. Kadang ada satu waktu di mana Mama ingin datang menengok saya, juga cucunya, namun isi saku tak cukup untuk beli tiket.

Ada satu hal yang sebenarnya ingin sekali saya wujudkan. Di rumah Mama, mesin cuci yang sudah usang, yang dulu dibelikan Bapak, kini tak lagi berfungsi. Tukang servis yang dipanggil pun sudah angkat tangan. Mama akhirnya menjual ‘bangkai’ mesin cuci itu ke tukang loak. Akhirnya sehari-hari Mama harus mencuci pakai tangan. Di usia yang sesenja itu, Mama harus mencuci sendiri. Tangannya yang seharusnya beristirahat, terpaksa menyikat, membilas dan memeras cucian. Sudah berkali-kali  saya tekadkan, namun hingga kini, pengganti mesin cuci itu belum mampu saya berikan.

Saya berdoa, semoga suatu saat nanti harapan saya terkabulkan, semoga tak membuat saya terlambat lagi. Maafkan anakmu, maafkan keterbatasanku, Ma, dalam membahagiakanmu.

Alhamdulillah, laptop yang sempat ‘mati’ sampai dua bulan akhirnya is back! Baru blogging lagi huhu. Apa kabar sikembar? Desember 2016 lalu sikembar memasuki usia 8 tahun. Usia segitu udah kelas 2 SD klo mereka sekolah 😀 Alhamdulillah, kami masih istiqamah meng-hs-kan mereka. Sejauh ini mereka, terutama kami enjoy menjalani sistem “gak sekolah” ini.

Kami belum merumuskan rencana-rencana baru lagi buat mereka. Aktivitas terbaru sikembar sekarang adalah karate dan aritmatika. Cerita daftarin mereka karate cukup alot juga. Soalnya sebelumnya sikembar udah sabuk hijau di klub taekwondonya. Setelah kami evaluasi, ternyata klub tersebut gak sesuai harapan. Manajemennya gak bagus, trus yg usia anak-anak gak terlalu diperhatikan 😦 Akhirnya kami tanya sikembar, mau gak dipindah ke klub yang dekat, jadi mama baba juga ga susah antar jemput. Awalnya mereka ogah, krn udah dekat ama kaka-kakanya di klub taekwondo. Kami pun ‘paksa’ halus haha. Kita bawa mereka ke lokasi, pas ngeliat anak-anak di klub karate itu ternyata lbh byk yg seumuran mereka, akhirnya mereka luluh juga. Malah sekarang mereka selalu bilang “maa, saya lebih suka karate daripada taekwondo.” 😀 Lanjut Baca »

Waktu: tgl 3 des 2016, pukul 20.00 wib
Tema: kesehatan alat kelamin
Pemateri: dr. Ningsih Widyana
Moderator: mayyadah

Materi Pengantar:

“Vaginitis”
Pengertian : vaginitis adalah infeksi yang terjadi pada vagina . Penyebab vaginitis :
1. Jamur : vulvovaginal candidiasis
2. Bakteri : bacterial vaginosis
3. Parasit : trichomoniasis

Manifestasi klinis :
1. Vulvovaginal candidiasis disebabkan oleh candida albicans. Gejala : paling sering gatal, keputihan seperti cream, keputihan lengket di dinding vagina, liang vagina hiperemis (terdapat eritema vagina) , mudah berdarah, dan sangat gatal.

  1. Bacterial vaginosis disebabkan oleh gardenella vaginalis dimana terjadi pertumbuhan abnormal dari flora normal vagina. Gejala : keputihan putih keabu abuan, encer, keputihan yang banyak, dan sangat bau.
  2. Trichomoniasis di sebabkan oleh trichomonas vaginalis. Gejala : keputihan berwarna kuning kecoklatan, berbuih atau berbusa, bau, sangat perih, liang vagina hiperemis atau kemerahan dan timbul bintik2 ( strawberry cervix)

Diagnosis :
Diagnosa di tegakan dari anamnesa terhadap pasien dan di lakukan pemeriksaan spekulum, palpasi bimanual, uji ph.
Pemeriksaan penunjang sangat di perlukan untuk menentukan penyebab dari vaginitis itu sendiri.
– vulvovaginal candidiasis di perlukan pemeriksaan vaginal swab dengan KOH 10 %
– bacterial vaginosis dan trichomoniasis di perlukan pemeriksaan sediaan basah dengan NaCl

Pencegahan :
1. Menjaga agar vagina dan sekitarnya tetap bersih serta kering. Setelah selesai BAK hendaknya vagina di lap dengan handuk bersih Lanjut Baca »

Waktu: 26 nop 2016 pukul 20.00 wib.
Tema: Satu Atap dengan Mertua
Narasumber: Affi Yunita Rahmah
Moderator: Mayyadah

Materi:
Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Tema sharing kulwap saat ini adalah SERUMAH DENGAN KELUARGA MERTUA

Sebelumnya, dalam Islam tidak ada bahasan khusus mengenai hal ini, karena termasuk dalam lingkup komunikasi dan birrul walidain. Pada saat menikah, kewajiban suami adalah memberikan nafkah yang layak, salah satunya adalah tempat tinggal bagi istri. Kelayakan tsb bisa berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing. Namun dalam prakteknya di lapangan, ada beberapa poin yang patut diperhatikan:

  1. Apakah serumah dengan mertua dibolehkan atau tidak dianjurkan dalam Islam?

– Dalam Islam kewajiban anak adalah berbakti kepada orang tua, bahkan saat orang tua sudah tiada. Di saat berkeluarga, bagi anak laki-laki terutama, tetap berkewajiban menjaga ibu. Karena bakti seorang laki-laki dari lahir sampai dewasa adalah pada keridhaan ibu, sedangkan bakti perempuan sebelum menikah adalah kepada orang tua, dan sesudah menikah berpindah kepada suaminya. Maka dalam hal ini diperbolehkan bahkan dianjurkan berbakti, salah satunya melalui tinggal serumah dengan orang tua / mertua.

  1. Bagaimana jika kita ingin mandiri terpisah dari orang tua?

– Idealnya memang keluarga yang mandiri adalah keluarga yang hidup terpisah dari orang tua, sehingga meminimalkan ketergantungan baik materi atau moral. namun kembali lagi ke awal, jika orang tua menginginkan hidup bersama anaknya, maka tidak ada msalahnya kita ikuti sebagai birrul walidain.

jika tetap menginginkan terpisah, kemukakan alasan yang bijak, dan cari tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari orang tua, dalam artian masih memungkinkan sering menjenguk bersilaturahim.

  1. Bagaimana jika mertua adalah ayah saja (ibu mertua sudah wafat)?

– Dalam Islam, ayah mertua termasuk mahram. jadi sah saja jika tinggal bersama ayah mertua. Dengan catatan, tidak ada hal-hal negatif yang merugikan istri (keluarga inti). Karena bagaimanapun juga, suami merupakan pemimpin dan pelindung keluarganya. Jika istri / suami merasa suasana tidak kondusif, atau bahkan -naudzubillah- menjurus pada terancamnya kehormatan istri, maka lebih baik pindah dari rumah tsb. Lanjut Baca »

Topik: “SEVEN ESSENTIAL LIFESKILL”
Waktu: 19 November 2016
Oleh: Titin Florentina, Psikolog
Moderator: Jusmiati

Materi Pengantar:
Bismillaahirrahmaanirrohiim..

Menjadi orangtua, merupakan komitmen seumur hidup. Dalam setiap fase perkembangan anak-anaknya, orang tua dituntut untuk selalu belajar. Karena perubahan psikologis akan terjadi baik eskillpada dirinya maupun pada diri anak-anaknya. Perubahan itupun terkait dengan perubahan di luar diri, seperti lingkungan sosial, tuntutan zaman yang selalu berubah. Untuk menghadapi segala perubahan dibutuhkan tidak hanya kecerdasan akan tetapi juga keterampilan untuk menjalani hidup.
Ada 7 skills yang harus dimiliki semua orang agar hidup kita bisa sukses.

Skill 1 : Focus and Self Control
Anak membutuhkan skill ini agar mereka dapat mencapai tujuan mereka dalam dunia yang penuh dengan hal-hal yang mengalihkan perhatian dan banjir informasi. Dengan kata lain, anak mampu mencapai tujuan dan mengabaikan informasi yang tidak perlu.
Focus and self control meliputi 4 komponen :
a. Focus : memiliki perhatian, tidak mudah teralihkan, mudah mengingat sesuatu. Fokus itu, Sadar akan tujuan yang akan kita capai.

Cara meningkatkan fokus kita : 1, dengarkan musik, 2. kerjakan satu pekerjaan jika sudah selesai satu pekerjaan lainnya. 3. Kalau ada proyek besar atau belajar knowledge yang banyak, bagi menjadi bagian-bagian kecil dan kerjakan sampai selesai setiap bagian

b. Cognitive flexiblility : cepat beradaptasi, menerima ide baru (flexibility switch) , misalnya ingin sarapan, sudah direncanakan makan jeruk, ternyata jeruk tidak ada, dan yang ada pepaya, bisa berganti dengan pepaya , atau jeruk hanya tinggal 1 buah, cognitive flexibility itu saat ia mencari ide lain namun tetap pada tujuannya, yaitu sarapan pagi).

c. Working memory : mengingat ide, (ada ide yang sudah ada, kemudian ada ide orang lain, kita bisa menggabungkan ide ide tersebut). Bisa dilatih dengan senam dengan gerakan berurut. , tebak angka, isi TTS, kemampuan matematika akan mendukung fokus, menulis buat diary, puzzle, buat rencana keluarga satu hari.

d. Inhibitory control : mengabaikan informasi yang tidak perlu, tetap bekerja sampai tuntas dalam kondisi apapun. Misalnya , tetap melakukan pekerjaan yang menjadi tugas kita walaupun sudah bosan. Atau ketika anak minta perhatian di waktu kita sedang ada percakapan dengan orang lain yang menarik emosi kita. Lanjut Baca »

Di rumah kami yang sederhana, barang-barang bekas sering disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat. Bahkan dalam bermain, sikembar sering menggunakan bahan-bahan bekas seperti kardus, botol2 plastik, kertas yang gak dipakai lagi, dan sejenisnya.

Kali ini sikembar saya ajak untuk menghias bookshelfnya. Sebenarnya rak buku ini udah lama, aslinya juga dari baja ringan bekas yang biasanya dipakai buat bikin atap rumah. Baja ringan itu kami cat putih dan dibelikan penyangga. Lanjut Baca »

Resume kulwap parenting 12 Nov 2016 pukul 21.40 wib.
Tema: Tips tahfiz anak
Pemateri: Ustazah Asmaul Husna (ibu 5 anak, murabbiyah Rumah Quran, pegiat Hs)
Moderator: Mayyadah

Materi Pengantar:
Assalamualaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Menghafal Alquran bagi anak insyaAllah sangat mudah,tinggal bagaimana cara orang tua atau guru mengajarinya. Selalu mindset anak dengan cara berulang ulang dipahamkan penting nya menghafal Quran,seperti “adik klo kita hafal Quran insyaAllah nanti bisa pakaikan bunda dan ayah mahkota loh” atau “ketika kita banyak mengaji insyaAllah dapat surga, di surga banyak mainan” atau apalah yg anak2 senang. Selalu katakan motivasi pada anak.. insyaAllah anak mau menghafal AlQuran.

Tips Tahfiz Untuk Anak:

Ketika anak2 sudah bisa mengikuti apa yg kita bacakan, maka menghafal sudah bisa dimulai. Ditalkinkan satu kata- satu kata..Kemudian disambung hingga satu ayat, dan diulang berkali2, tentu dgn tetap melihat mood anak saat itu, jangan sampai kita memaksa anak untuk menghafal,karena takut akan ter mindset bahwa untuk menghafal itu sulit, jadi lakukan dengan relax aja, sambil main bisa juga, karena tipe anak2 berbeda, ada yang duduk manis dan tekun baru bisa hafal, tp ada jg yg dengan sambil lompat2, lari2 baru bisa menghafal 🙂

Jadi sebelumnya kita harus mengenal baik siapa anak kita sebenarnya, dan bagaimana cara yg bisa membuat dia enjoy dalam menghafal Al qur’an.

Alhamdulillah sampai sekarang saya sudah diberi amanah oleh Allah 5 mujahid-mujahidah insya Allah, saya bersyukur sekali bisa mengajari mereka sendiri membaca dan menghafal Al quran. Sebagai seorang ibu, yg tak punya ilmu seperti saya ini, memang harus banyak belajar tuk bisa bagaimana mencari cara yg pas tuk anak2 menghafal Al qur’an. Lanjut Baca »