Feeds:
Pos
Komentar
  • Waktu Kulwap: 8 Juli 2017, pukul 21.00 WIB
  • Moderator : anindya hamka
  • Pemateri : Ust. Hery Saparjan Mursy
  • Grup Parenting Whatsapp Mayyadah

Di tengah gencarnya perkembangan teknologi terutama dunia internet, tak jarang anak hingga orangtua mjd korban. Orangtua tak bisa lepas dari gadget, anak kecanduan game, maka jangankan membaca alqur’an, berkomunikasi positif pun sdh tidak maksimal.

Lantas bgaimana menciptakan keluarga cinta al qur’an, berakhlak al qur’an?

Simak materi kuliah dari Ustaz Hery Saparjan berikut:

Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah menganugerahkan segala nikmat, terutama iman dan Islam.
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Rasullah saw, qudwah hasanah kita.
Allah berfirman dalam QS. Al Furqan ayat 74,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”

Dari ayat ini, bahwa dalam keluarga qurani itu memiliki tujuan mensholihkan keturunan yang selalu taat kepada Allah SWT, dan dapat melahirkan generasi huffazh dan ulama dan generasi pemimpin

Role model keluarga Qurani adalah keluarga7 Nabi Ibrahim. Kita bisa mengamalkan doa-doa Beliau dalam Al Quran, salahsatunya adalah :
QS. Ibrahim ayat 40
(رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ)

“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku tetap melaksanakan shalat, Ya Tuhan kami perkenankanlah doaku”

Nabi Ibrahim berdo’a kepada Allah, untuk dirinya dan keturunan (hingga ummat Nabi Muhammad saw) agar senantiasa menjaga dan mendirikan shalat . Maknanya, modal utama dalam membangun keluarga qurani adalah bagaimana menjaga dan mendirikan shalat sebaik mungkin, hingga sifat shalat selalu hadir dalam akhlaknya.

Visi dalam keluarga qurani :
1. Menjadikan keluarga yang terbaik
” sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari dan mengajarkannya”
2. Menjadikan keluarga sebagai keluarganya Allah di bumi
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad)
3. Menjadikan Keluarga sebagai karunia yg terbaik, dengan menyibukkan diri bersama Al Quran
Allah SWT berfirman dalam hadits QudsiNya:
“Barangsiapa yang lebih menyibukkan diri dengan Al Quran dan dzikir kepadaKu daripada meminta kepadaKu maka Aku akan beri dia lbhbaik daripada orang yang meminta” (HR. Tirmidzi) Lanjut Baca »

Awalnya dapat info klo J.Co. Indonesia di kota Palu mau adain weekend activity for kids via facebooknya Info Kota Palu. Langsung aja saya daftar sikembar dan Sabtu pagi saya udah ditelpon kalo acaranya pukul 12 siang.  Kirain acaranya on time gitu, ternyata delay sampe nyaris pukul 13. Huuuffft. Sikembar udah gemes (nunggu ga sabaran) krn udah datang on time. Sikembar sempat malu-malu dan gak pede soalnya yang datang anak-anak gadis semua haha. Tapi slow but sure, mereka akhirnya bisa enjoy, bahkan di akhir acara mereka minta ikut lagi utk weekend depan 😀 Lanjut Baca »

Salah satu skill yang menurut saya harus dimiliki anak abad modern adalah engineering skill. Sekurang-kurangnya anak dapat melihat bagaimana konsep matematika, sains, dan teknolgi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sikembar sebenarnya udah belajar mengasah skill ini lewat lego atau brick. Bagian-bagian lego dapat dibongkar-pasang mengikuti konstruksi yang disediakan di dalam kemasan, atau lewat imajinasi sikembar. Saya sudah pernah memposting foto-foto hasil kreasi brick tersebut di postingan sebelum-sebelumnya 🙂

Nah, kali ini saya menantang skill engineering mereka lebih jauh lewat stik es dan tusuk sate. Mereka akan menyulap bahan itu menjadi sebuah konstruksi yang tidak membutuhkan perekat atau pengikat. Namanya Self Supporting Bridge yang merupakan karya dari Leonardo Da Vinci yang jenius itu.

Berikut dokumentasi pembuatannya: Lanjut Baca »

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak terlontar di forum-forum parenting hingga grup homeschooling. Beberapa keluarga berpikir jika ayah dan ibu sibuk bekerja, apa mungkin anak-anak bisa disekolah-rumahin aja?

Dulu juga saya berpikir seperti itu. Saya sendiri seorang buruh negara (dosen PNS di sebuah PTAIN), sedangkan suami meski bukan PNS tapi lebih sibuk dari saya. Di rumah kami gak ada asisten, pun sanak saudara. Hanya mama saya yang kadang datang, nginap paling lama sebulan. Punya dua anak laki-laki yang super aktif, kebayang kan kalo pendidikannya mereka kami juga yg mengurus semua?

Kami hanya berbekal keyakinan dan doa. Akhirnya, alhamdulillah, sikembar sampai sekarang ‘gak sekolah’. Dari tahfiz hingga materi pembelajaran, kami handle mandiri 😀

Berikut tips-tips yang bisa saya bagikan, terutama bagi ibu pekerja di luar rumah yang berniat mau menghomeschoolingkan anaknya: Lanjut Baca »

Entah berapa bait penyesalan jika kita terlambat membahagiakan. Kadang kita lupa bahwa menjadi bahagia, sejatinya adalah untuk membahagiakan yang tercinta. Ada banyak jalan, ribuan peluang dan kesempatan, namun hanya sedikit yang akhirnya berhasil mewujudkan. Ketika Bapak meninggal, saya baru sadar akan waktu yang terlewat sia-sia. Meski dulu setiap hari dengannya ada pertemuan, namun ternyata saya tak mampu membalas kebaikan Bapak dengan layak.

Sekarang Tuhan masih menguji saya dengan sekali lagi kesempatan. Kesempatan membahagiakan sosok lain. Dialah perempuan yang melahirkan dan membesarkanku. Dialah Mama. Mama memiliki sifat yang amat berbeda dengan almarhum Bapak. Mama adalah perempuan yang sensitif tapi sangat tangguh. Ceria tapi juga mudah menangis. Dingin sekaligus hangat. Jika Bapak kadang tak pernah pusing akan gaya berpakaian, namun sebaliknya, Mama sangat memperhatikan penampilannya. Lanjut Baca »

Alhamdulillah, laptop yang sempat ‘mati’ sampai dua bulan akhirnya is back! Baru blogging lagi huhu. Apa kabar sikembar? Desember 2016 lalu sikembar memasuki usia 8 tahun. Usia segitu udah kelas 2 SD klo mereka sekolah 😀 Alhamdulillah, kami masih istiqamah meng-hs-kan mereka. Sejauh ini mereka, terutama kami enjoy menjalani sistem “gak sekolah” ini.

Kami belum merumuskan rencana-rencana baru lagi buat mereka. Aktivitas terbaru sikembar sekarang adalah karate dan aritmatika. Cerita daftarin mereka karate cukup alot juga. Soalnya sebelumnya sikembar udah sabuk hijau di klub taekwondonya. Setelah kami evaluasi, ternyata klub tersebut gak sesuai harapan. Manajemennya gak bagus, trus yg usia anak-anak gak terlalu diperhatikan 😦 Akhirnya kami tanya sikembar, mau gak dipindah ke klub yang dekat, jadi mama baba juga ga susah antar jemput. Awalnya mereka ogah, krn udah dekat ama kaka-kakanya di klub taekwondo. Kami pun ‘paksa’ halus haha. Kita bawa mereka ke lokasi, pas ngeliat anak-anak di klub karate itu ternyata lbh byk yg seumuran mereka, akhirnya mereka luluh juga. Malah sekarang mereka selalu bilang “maa, saya lebih suka karate daripada taekwondo.” 😀 Lanjut Baca »

Waktu: tgl 3 des 2016, pukul 20.00 wib
Tema: kesehatan alat kelamin
Pemateri: dr. Ningsih Widyana
Moderator: mayyadah

Materi Pengantar:

“Vaginitis”
Pengertian : vaginitis adalah infeksi yang terjadi pada vagina . Penyebab vaginitis :
1. Jamur : vulvovaginal candidiasis
2. Bakteri : bacterial vaginosis
3. Parasit : trichomoniasis

Manifestasi klinis :
1. Vulvovaginal candidiasis disebabkan oleh candida albicans. Gejala : paling sering gatal, keputihan seperti cream, keputihan lengket di dinding vagina, liang vagina hiperemis (terdapat eritema vagina) , mudah berdarah, dan sangat gatal.

  1. Bacterial vaginosis disebabkan oleh gardenella vaginalis dimana terjadi pertumbuhan abnormal dari flora normal vagina. Gejala : keputihan putih keabu abuan, encer, keputihan yang banyak, dan sangat bau.
  2. Trichomoniasis di sebabkan oleh trichomonas vaginalis. Gejala : keputihan berwarna kuning kecoklatan, berbuih atau berbusa, bau, sangat perih, liang vagina hiperemis atau kemerahan dan timbul bintik2 ( strawberry cervix)

Diagnosis :
Diagnosa di tegakan dari anamnesa terhadap pasien dan di lakukan pemeriksaan spekulum, palpasi bimanual, uji ph.
Pemeriksaan penunjang sangat di perlukan untuk menentukan penyebab dari vaginitis itu sendiri.
– vulvovaginal candidiasis di perlukan pemeriksaan vaginal swab dengan KOH 10 %
– bacterial vaginosis dan trichomoniasis di perlukan pemeriksaan sediaan basah dengan NaCl

Pencegahan :
1. Menjaga agar vagina dan sekitarnya tetap bersih serta kering. Setelah selesai BAK hendaknya vagina di lap dengan handuk bersih Lanjut Baca »