Feeds:
Pos
Komentar

I’m starting to learn how to be a calm mother.  I’ve found that yelling is not useful to make my children having good behavior. I felt such a poor mom because i just  regret my self after yelling at my twin. Because my bad habbit, they even learn how to yell and raise their voice each other😦

Anyway, no mom is perfect, but all moms can learn and learn. No matter how difficult, we have to cut this bad cycle. I’m super excited to success my commitment that i dont want to yell at my twins anymore. I’ve already made my 4 weeks without yelling project. Step by step! Wish me luck! :D

So, i collect all these photos and tips from many parenting website and pinterest, to help me reaching my goal. I hope all moms gonna learn from these tips too, so we can support and share more peace family together, start from ours🙂


Lanjut Baca »

Materi ini bersumber dari kulwap grup HSMN (Homeschooling Muslim Nusantara) wilayah Sulawesi tanggal 30 Agustus 2016. Materinya saya resume kembali. Kebetulan saat itu saya yang jadi notulennya dan bunda Ningrum yg jadi moderator🙂

Narasumber: Abah Lilik Riza (Ust. Fadli Riza), seorang pegiat home education, ayah 6 anak Konselor sekaligus coach di Rumah Keluarga Indonesia Yogyakarta.

Muqaddimah: Pendidikan adl tarbiyah yang bermakna “tumbuh-kembang”. Tumbuh mewakili makna biologis, sedangkan kembang mewakili makna psikis, yang memiliki tujuan, sarana, tahapan, fungsi, dan sebagainya. Demikian pula dengan pendidikan anak/tarbiyah awlad juga memiliki komptenesi yang hrs dicapai, ingin dan butuh dicapai, tahapan, dan lainnya, yang sudah diatur dalam Islam. Tujuan pendidikan Islam adl mendidik al-fahmu asy-syaamil dan al-iltizam alkaamil (kefahaman menyeluruh, lengkap dan komitmen sempurna).

Proses pendidikan tidak sesederhana dengan taklim atau transfer ilmu. Di sana ada emosi, ada nilai, ada kejujuran, ada logika dan teladan, sehingga hrs diperhatikan cara berfikir, cara bertindak, cara merasa, cara bersikap, dan cara berbicara. Setidaknya ada 4 hal yang menjadi isi dalam menyusun kurikulum pengembangan diri anak: Lanjut Baca »

Setelah menyetor tahfiznya, saya meminta sikembar mengambil kotak obat dan peralatan lainnya seperti gunting dan spidol merah.

Mereka bertanya: Mau apa, Mama? Saya bilang kalo mama mau ajar ade sama kaka jadi dokter cilik. Kalo nanti mama dan baba gak ada di rumah, terus ada yang terjatuh atau terluka, maka ade sama kaka udah bisa mengobati sendiri lukanya.

Selama ini memang kadang mereka saya tinggal berduaan aja di rumah. Mereka biasa saya ajak ke kampus, tetapi mereka lebih milih tinggal di rumah. Mereka gak takut atau gimana2 kalo saya sama babanya kembar sampe keluar rumah ninggalin mereka berdua aja sampai dua-tiga jam.

Yang pertama mencoba belajar melakukan pertolongan pertama adalah Ahda. Azka pun pura-pura jatuh, kakinya berdarah darah merah spidol😀.

Berikut foto-fotonya: Lanjut Baca »

Ini awalnya  ketika melihat buku2 fiksi di toko buku yang sudah byk ditulis oleh penulis cilik, trus pas dapat sharing dari para bunda ttg bakat nulis dan blog anak-anaknya, akhirnya saya pun termotivasi juga buat melatih sikembar nulis. Saya benar2 gak pernah menyangka klo bakat nulis saya bisa nurun ke sikembar. Pas saya coba pertama kali membimbing mereka, ternyata wow…hasilnya benar2 di luar dugaan saya. Mereka ada bakat! Sayang banget klo gak diasah🙂

Step by step pun saya berusaha membentuk kebiasaan nulis mereka. Saya ingin mereka mengenal dunia kepenulisan lebih dini. Jadi target besarnya adalah sikembar bisa nerbitin buku atau minimal jadi blogger di usia muda.

Berikut tips dan trik yang saya pakai utk melatih sikembar nulis cerita:

  1. Tentukan tema cerita sehingga anak bisa dengan mudah membentuk imajinasinya. Berikan tema sehari-hari yang sederhana dulu seperti pengalamannya hari ini, apa yang dirasakan anak, tentang teman, atau lingkungannya.
  2. Pilih waktu di mana anak bisa menulis dengan konsen seperti abis mandi pagi, ba’da isya, atau sore hari. Sinkronkan dengan waktu luang kita soalnya di awal2 anak harus didampingi.
  3. Berikan koreksi dan masukan. Misalnya, tanda baca, penggunaan kata, dan sejenisnya, jadi tulisan anak ada kemajuan.Klo ide cerita, saya gak pernah ikut campur. Biarkan anak mengeksplor ide seluas2nya. Sikembar bisa menghayal setinggi2nya, bahkan pernah si kaka nulis ttg mobil sebesar pohon hahah.
  4. Gunakan instrumen yg membantu anak menulis cerita sistematis, agar ceritanya runtut, gak kemana2. Bisa menggunakan gambar yang ditempelkan. Nanti anak bisa menceritakan gambar2 yang sudah kita susun. Bisa juga dengan memberi mereka sebuah benda. Diletakkan di atas meja, jadi mereka bisa mengasah imajinasi dg melihat benda itu secara langsung.
  5. Berikan anak buku2 bacaan yang bisa membantunya menjadi penulis yang kaya akan ide dan perbendaharaan kata.
  6. Konsisten. Klo anak udah terbiasa menulis, minimal satu kali dalam seminggu, trus lama2 menjadi satu kali per hari, insya Allah potensi nulisnya akan berkembang pesat. Bisa juga dengan memberi anak buku diari/jurnal harian yang unik dan lucu. Biar dia bisa bersemangat nulis.

Lanjut Baca »

Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya

Anak-anak sekarang bisa dikatakan sangat dekat dengan dunia teknologi. Di mana-mana kita bisa melihat anak yang belum bisa ngelap ingus sendiri tapi udah ngobok-obok gadget. Istilah-istilah internet pun gak asing bagi anak-anak usia pra SD sekalipun. Jadi, orangtualah yg harus pandai2 mengarahkan, agar kedekatan dg teknologi tersebut tidak berubah menjadi ‘pisau’ yang dapat membunuh kebaikan2 anak.

Di rumah kami ada dua smartphone, satu laptop. Gak ada gadget khusus untuk sikembar. Laptop kadang dipake keroyokan, buat kerjaan kami dan belajar sikembar. Smartphone hanya boleh dipegang sikembar di waktu-waktu tertentu, itupun gak boleh lama-lama. Di rumah memang ada wifi, tapi sejauh ini blm pernah liat sikembar main games online apalagi sampe nonton hal2 yang gak sesuai dg usianya. Lanjut Baca »

Udah lama saya gak ngadain kelas eksperimen sains buat sikembar. Pas majalah langganannya datang, kebetulan di situ ada halaman khusus  fun science.  Salah satu temanya: membuat parasut. Akhirnya, sikembar langsung minta praktik sore itu juga. Alhamdulillah, bahan-bahannya mudah didapatkan.

Bahan-bahan:

  1. Kantong plastik ukuran sedang
  2. Spidol
  3. Alat utk bikin lingkaran (sikembar pakai mangkok hehe)
  4. Benang wol (saya ganti pake tali rapia)
  5. Gunting
  6. Pemberat/beban parasut: bisa apa aja. Orang-orangan, mobil2an, dll. Sikembar pake lego.

Cara bikinnya kayak gini: Lanjut Baca »

Perencanaan adalah bagian dari  keberhasilan.

Sejak kami memilih homeschooling utk anak-anak, banyak hal yang harus kami rancang dengan baik. Meski tak lepas dari trial and error, tapi kami gak patah semangat utk terus belajar. Begitupun dalam menyeleksi materi-materi atau kegiatan buat sikembar, selain mengambil referensi dari para keluarga HS lainnya, kami juga menyesuaikan dg minat dan potensi sikembar.

Berikut beberapa jadwal sikembar🙂

jadwal sikembar

jadwal belajar

Kegiatan belajar sikembar kebanyakan saya yg handle langsung. Utk kemampuan berbahasa, saya lebih setuju dg pemikiran yg mengatakan klo utk anak2 lebih baik mereka belajar bahasa asing secara otodidak ketimbang kursus. Di kelas bahasa, sikembar kadang cuma nonton film bahasa asing dan sesekali saya jelasakan vocabulary baru yg ada dalam film itu. Kadang pula lewat lembar kerja berbasis fun games, jadi anak2 gak bosan. Lanjut Baca »