Resume Kulwap Parenting Part 3

Resume Materi Kulwap Tgl 22 oktober 2016.

Tema: MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK

Pemateri : Hayati Fashiha Lubis.

Moderator: Mayyadah

Pendahuluan:

Salah satu poin terpenting dalam mendidik anak adalah memahami kebutuhannya. Memahami prioritas kebutuhannya. Agar kita gak salah sambung. Si anak mau A , kita berikan dia B. Layaknya manusia dewasa, anak juga memiliki kebutuhan. Contoh simpelnya: seperti yang diceritakan Maria Montessory dalam bukunya ; Seorang anak menangis di perjalanan menarik jacket ibunya yang digantungkan di tangannya – jadi jacketnya cuma dipegang bukan dikenakan-,

Apa kira-kira yang membuat anak itu menangis?

Ternyata ; bagi si anak, jacket itu untuk dipakai, bukan untuk dipegang-pegang saja. Ini adalah kebutuhan akan rasa aman. Dia sudah terbiasa melihat jacket itu untuk dikenakan bukan digantung di tangan ketika berjalan. Dia merasa ada yang tak aman saat jacket tak dikenakan.

Lalu , apa saja kebutuhan anak? Merujuk pada teori Maslow bahwa manusia punya 10 kebutuhan dasar, begitu juga dengan anak. Mereka juga memiliki 10 kbutuhan dasar, tapi dengan porsi yang berbeda dengan manusia dewasa pada beberapa hal. Ok. Kita akan bahas satu persatu.

  1. Kebutuhan dasar/ asasi.mencakup kebutuhan akan makanan, minuman, udara untuk bernafas juga rasa dicintai.

Nah, misalkan ada seorang anak menangis, coba kita periksa kebutuhan dasarnya di atas, apakah sudah terpenuhi.

Seorang bayi kadang akan menangis  ketika dibawa ke satu tempat yang baru baginya. Bukan karena lapar atau haus, tapi hawa dan udara yang ia cium terasa tidak biasa. Misalkan rumah yang beraroma berbeda dengan rumahnya, bau masakan yang aneh, bau sampah yang menusuk dan sebagainya. Jadi jangan langsung panik saat bayi menangis padahal ia tidak lapar dan haus.mungkin hidungnya mencium aroma baru yang blum pernah ia kenal.

Begitu juga dengan kebutuhan makanan dan minumannya. Anak dipaksa belajar di pagi hari, padahal ia belum sarapan apapun. Bila akhirnya ia susah konsentrasi, maka itu adalah wajar. Sebab kebutuhan asasinya belum terpenuhi. Kalau mau duduk nyaman menyambut tamu, maka kenyangkanlah dulu anak2. Sebab bila mereka kelaparan, mereka tak akan tenang. Cemilan tamu akan dilahap, membuat kegaduhan dan sebagainya.Oh iyaa, bila bayi dibawah 4 bulan menangis dan meminta disusui, maka segera susui. Kaidah yang mengatakan jangan penuhi permintaan anak bila ia minta dengan tangisan hanya berlaku bagi anak usia 6 bulan ke atas.

  1. Kebutuhan akan rasa aman.

Agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, anak butuh rasa aman. Rasa aman ini cukup luas. Anak perlu merasa aman dari lingkungan, orang-orang dan benda di sekelilingnya. Saat anak merasa tidak aman, tingkahnya akan mulai aneh.menjadi cengeng, banyak permintaan, susah dimengerti dst. Itulah sebabnya, bila masih memiliki anak kecil, sebaiknya tidak gonta ganti desain dan tata letak perabotan di rumah dengan cepat.karena ana tidak akan merasa aman.

Dia merasa aman saat berada di sekitar hal yang sudah biasa ia lihat. Itulah juga sebabnya mengapa ada sebagian anak yang sering membawa satu atau dua mainannya saat bepergian.karena dengan itu ia merasa aman, ada sosokyang biasa ia lihat bersamanya. So, jangan dilarang ya kalau anak minta untuk bawa mainanya saaat bepergian.

Ruang belajar anak juga sebaiknya tidak terlalu sering digonta ganti desain dan tata letaknya. Agar ia merasa aman dan nyaman di tempatnya. Jangan aneh juga kalau ada beberapa anak yang takut bila ada orang yang belum ia kenal datang bertamu.itu karena ia merasa tidak aman.

  1. Butuh untuk dihargai.

Jelas dong ya. Anak-anak juga butuh dihargai.Saat ia melakukan sesuatu yang baik, pujilah dengan baik tanpa berlebihan. Rasulullah mengajarkan kita, untuk menyebutkan : ma sya Allah atau tabarakallah bila ingin memuji sesuatu.

Contohnya ; Maa sya Allah, bagus banget gambarnya nak / Tabarakallah, ibu suka gambarmu ini nak.

Contoh pujian yang berlebihan : Waw gambarmu bagus banget nak! Ga ada yang bisa ngalahin dan bisa buat gambar sebagus ini. -lebay-

Termasuk juga menghargai pilihannya. Banyak orangtua yang merasa aneh melihat anaknya kok minderan dan gak percaya diri ya. padahal itu akibat saham yang ditanamkan orangtua. Anak yg diremehkan pilihannya, akan terbentuk mnjadi pribadi yang tidak percaya diri.Saat anak memilih baju A untuk berangkat, tapi si Ibu malah melarang karena pakaian itu ga cocok dengan bahasa kasar.misalkan;

“Apaan sih, mau pergi jauh kok pakai baju ini!!”

Kan bahasanya bisa diganti bu; fahamkanlah dengan baik. Hargai pilihannya.”Baju yang kamu pegang memang bagus, tapi dipakainya nanti kalau mau main sama teman2, sekarang kita mau pergi jauh, pakai bajunya yang agak adem-an ya, biar ga gerah di jalan.”

Gitukan adem perasaan si anak. Ga merasa ditolak mulu. Kalau keseringan disalahkan pilihannya, lama lama ia tidak akan tumbuh menjadi penakut dan tidak berani mengambil tindakan apapun.

Tiga poin ini dulu ya yang kita bahas. Karena kepanjangan kalau sampai sepuluh. Semoga bermanfaat dan bisa lebih memahami anak kita. :)✅

Pertanyaan Prakulwap:

  •  Assalamua alaikum. Kak sya anna abhy. Bgmna anak yg biasa sudah d kasi kenyang tp klw lihat sesuatu yg dmkn pengen lagi kak.smua jenis makann pengen dia coba padahal tdk bisa se usiax.klau ngg d kasi malah menangis.contoh mknn yg pedis atw yg keras blm bisa dia kunya  kak. Caranya gmna kak memberi pemahaman???

Jawaban: Pertama: pastikan dia sudah kenyang betul. Kedua: anak itu memang ingin tau dengan smua yang dia lihat. Karena melihat orang dewasa memakan makanan yang sama, ia juga pengen nyicip.Kalau ternyata makanan itu tdk berbahaya; kasi cicip saja sdikit. Tapi kalau berbahaya; jgn biarkan.nanti dia ketagihan padahal blum usianya. Bisa juga disiasati dgn mmberi makanan lain yg sesuai usianya, agar tdk ngotot minta maknan berbahaya itu. Tapi syaratnya, makanan yg ditaearkan adalah makanan yg blum pernah dicicipinya sblumnya.

  •  Bunda bunga: Saya mau bertanya…bgmn caranya memahami kebutuhan anak agar Mau semangat sekolah dan mengaji.trims

Jawab: Oya mom, yg namanya anak2 itu ga pernah bosan.kalau sampai ia bosan berarti ada yang kurang tepat dalam penyajiannya.mungkin suasana sekolah yang krg ia sukai, teman, arau sejenisnya. Kalau usia anak sdh menerima diajak berdialog, sebaiknya diajak dialog pelan2. Tapi kalau masih dibawah lima tahun dan dia “kekeh” ga mau sekolah , jangan dipaksa.

  • Bunda okto: AssaLamu’aLaikum … ikut tanya ya,, Bagaimana sebaiknya sikap kita ketika anak meminta sesuatu “agak sedikit merengek” ketika di luar rumah (misalnya bertamu)?? Makasih.

Jawab: Anak itu pinter lho.dia tau dimana situasi yang mana permintaannya ga akan ditolak.ketika bertamu atau kedatangan tamu misalkan. Caranya ; jangan turuti 100% permintaanya . Tapi jangan pula permalukan ia di depan tamu. Cara terbaik yg pernah saya lakukan adalah dgn bahasa tubuh.

Peluk anak, lalu katakan ; nak, sekarang belum waktunya. Nanti kalau urusan umi dah selesai, kita cari apa yang kamu mau. Intinya membiasakan berdialog dengan anak. Hingga dia juga terbiasa berkomunikasi dengan baik saat ingin menyampaikan sesuatu. Jadi episode merengek2 minta sesuatu ga dibawa2 sampai gede.tuntaskan rengekan itu degn sering mengajaknya berdialog.

Pertanyaan KULWAP:

  • Bun dahlia: Apakah wajar,jika kita memotivasi anak untuk rajin belajar dan ibadah dgn menyebut2 anak yg pintar yg dia kenal?

Jawab: Sebaiknya itu tdk dilakukan mom.srbab tanpa sengaja kita sdh membanding bandingkan si fulan yg lebih ini itunya dari anak kita. Kalaupun akhirnya dia belajar dgn cara ini, secara psikis dia akan terbiasa melakukan sesuatu untuk sama atau melebihi orang lain. Bandingkan saja dirinya dengan dirinya yg lbih baik.

Contoh; “dulu kamu belajar rajin banget.sekarang bagus deh kalau gitu lagi.karena kami itu pintar.sayang kalau ga belajar.”

  • Bun farah: Anak saya 4,3 tahun. klo permintaannya tidak dituruti/dipending misalnya baru pulang mau makan disuruh cuci tangan dulu dan anaknya ga mau sudah dijelaskan kalau dari jalan harus cuci tangan karna kotor masih ga mau cuci tangan. Trus ngambek, lari2 banting barang yg dipegang gimana solusinya ustadzah? Trimakasih

Jawab: Anak itu peniru ulung ya mom.saat dia banting2 ketika marah, pasti ada yg dia lihat seperti itu sebelumnya, mungkin dari tv dan sejenisnya. Solusi pertama: Kita memang mesti protect anak2 dari tontonan atau lingkungan yang bisa membentuk karakter tidak baik pada anak.srbab mata itu ibarat kamera yang merekam semua yang dilihat lalu disimpan di alam bawah sadar. Alam bawah saar ini akan muncul bila ada kondisi yang memancingnya untuk keluar, bahkan tdk dipancingpun ia bisa mengganggu.

Solusi kedua: Kembali ke dialog. Saya dengan anak2, bila mereka tdk mau melakukan sesuatu yang kita inginkan, saya cari trik yang buat mereka bahagia melakukannya. Misalkan diajak dengan cara menyanyi.

“Siapa yang mau cuci tangan bilang siap”

“Siap”

“Siapa yang ga mau makan kuman bilang hadir”

“Hadir”

Akhirnya mereka lakukan smua yang kuta suruh dengan suka rela.Intinya kita cari cara yg bisa menarik perhatiannya. Dan ini bisa kita lakukan kalau tank emosi kita isinya sdg bagus.kalau moid lagi ga bagus, bahaya.ujung ujungnya marah2 ke anak.padahal cara kita yg kurang tepat.

  • Bun fitri: Assalamu’alaikum. Terimakasih Ustadzah Fasiha atas materinya, dan terimakasih kepada Ustadzah Mayya untuk kesempatan yang diberikan. Pertanyaan saya: tentang kebutuhan akan rasa aman anak ini, ada gak kaitannya dengan bonding antara anak dan ortu mereka. Saya pernah dengar, jika ada anak yang tidak mau ditinggal oleh ibunya ketika sekolah, atau ibunya tidak boleh sama sekali hilang dari pandangannya, itu berarti bonding mereka kurang bagus.

Jawab: Bisa jadi demikian. Bisa juga anak menangis di sekolah karena belum usianya, alias masuk sekolah terlalu dini. Anak itu baru siap menerima bermain bersama orang lain itu minimal di usia 3 tahun. Kalau dibawah 3 tahun masih nangis dan ga mau pisah itu wajar ✅

  • Bun firda: Assalamu alaikum, sy punya anak 2 yg cewek 13thn yg cowok 9 thn, alhmdulillan yg cewek skrg pesanttren, yg jd pertanyaan gmn carax menyikapi anak 2 ini setiap kali bertemu pasti ribut n bikin naik darah, tp kalo berjauhan saling merindukan,,,,padahal sang kk cuma sesekali sj plg ke rmh krn asrama.

Jawab: Kalau ributnya masih dalam tahap wajar, ga masalah aja sih bun, namanya juga anak2, suka nyoba hal baru. Mungkin ada yang iseng: kalau kakak aku candain gini marah ga ya.reaksinya gimana ya….Itu masih tahap wajar. Tapi kalau ributnya sdh tidak wajar, seperti serangan fisik atau melontarkan kata2 yg tidak selayaknya, ini perlu dicarikan solusi. Mungkin sesekali mereka diajak keluar rumah ke tempat yang tenang lalu diajak bicara dari hati ke hati. Sampaikan saja bahwa sang ibu sangat berharap mereka bisa damai, ga nyaman dgn ribut2 selama ini. Difahamkan juga ttg birrul walidain dsb. Semoga dibukakan hati hatinya 🙂

  • Bun deena brunei: Dari segi usia, Bilakah anak itu wajar dilayani seperti raja yang dilayani semua keinginannya, bila pula kita harus tegas?

Jawab; Kalau dilayani mutlak seperti raja itu hanya usia bayi. Kalau dia sdh berjalan dan mengerti di ajak bicara, maka arahan arahan sudah bisa diberikan. Jangan sampai dia melakukan hal yg berbahaya lalu didiamkan saja. Sampai 7 tahun fungsi orangtua membentuk anak itu 95%.  Arahkan dengan baik srbagaimana mengarahkan raja.bukan dengan bentakan dan marah2

  • Bpk. Nanno, umur anak 20 bulan. Bagaimana cara mengajarkan anak untuk belajar bicara ? Trik apa yg bagus digunakan, berdasarkan pengalamn ustazah? Apa betul kaidah yg mengatakan, jika anak cepat jalan, maka bicaranya lambat, dan sebaliknya?

Jawab: anak lelaki, kemmapuan bicaranya memang tidak secepat anak perempuan.Agar anak cepat bicara, sering diajak bicara. Jangan sampai aktivitas melihat tv lebih banyak dari aktivitas diajak berbicara.anak yang sering di depan tv akan lebih  lambat kemampuan bicaranya. Termasuk yg penting  dalam mengajak anak bicara, jangan mengikuti gaya bicara anak yang masih cadel. Misalkan dia bilang makan dengan mam , minum dengan num, dst. Kalau bicara dengannya gunakan kata2 yang benar bukan yang cadel. Adek mau makan ? Bukan adek mau mam?

Lalu jangan menertawakan kalimat salah yang diucapkan anak, sebab nanti ia akan malu saat ingin menyebut kalimat baru lainnya.Bila ia salah, diluruskan saja.bukan ditertawakan.

  • Bunda Alyn herlina..2 anak (anakpertma 2,5thn & anak ke2 11hari) Begini ustadzah..saya td smpat mmbaca postingan d fb ttg si fulan yg prcaya dgn apa yg di berikan kpd anak (berupa hadiah mainan) akan ada blasannya dr Allah..dan itu sllu terbukti di kehidupan beliau (Allahu’alam). Nah yg mau sya tanyakan..bgmn klo itu tidak sesuai dgn kebutuhan anak..kn sebagian orgtua mgkin takut anaknya mnjadi manja. Mnurut ustadzah bgmn? Trmkasih sblmnya

Jawab: Sebenarnya membelikan anak hadiah atau mainan adalah bagian daripada sedekah.ya namanya sedekah akan Allah balas dgn yg lebih baik.Tapi jangan sampai disalah artikan , hingga membeli mainan trus untuk anak, padahal sdg tdk dbutuhkan. Proporsional saja sih. Memberi makanan bergizi untuk anak juga sedekah kok, kalau dilakukan dengan iklhas juga akan Allah balas dengan rezeki yang lebih baik.

Intinya apapun yamg diberikan ke anak kalau diniatkan karena Allah akan Allah balasi dengan yang lebih baik, baik di dunia ataupun di akhirat.:)

❤❤ Selamat Membaca dan Mengaplikasikan ilmu ❤❤

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: