Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Homeschooling’

IMG20171031135002

Ini adalah resep yang saya dapatkan via aplikasi cookpad. Resep kue ini sangat cocok buat kegiatan memasak bersama anak 🙂

Bahan:

3 sdm gula pasir

2 bks oreo coklat, hancurkan

200 ml susu cair plain

70 gram keju, diparut (saya beli 2 keju yang sachet, 1 sachet 35 gram)

1 sdm tepung maizena (cairkan dg air 3 sdm)

Cara membuat:

  • masukkan keju parut, gula, susu ke dalam panci. lalu masak hingga mendidih (pake api kecil)
  • masukkan tepung maizena yang sudah dicairkan lalu aduk hingga mengental
  • matikan api. lalu biarkan adonan agak dingin.
  • siapkan wadah cetakan, masukkan oreo. Dan tuang adonan. Oreonya bisa diselang-seling dg adonan yaa.
  • Dinginkan di kulkas

Mudah kan? 🙂 (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Hampir genap 8 tahun sikembar, dan homeschoolingnya sudah masuk bulan ke 8. Menjelang usia 8 tahunnya, kami berinisiatif untuk lebih menggali jiwa leadership dan responsibilitasnya. Dalam sebuah artikel psikologi yg saya baca, di usia 8 tahun, anak sudah bisa diamanahi tanggungjawab dan aktivitas yang mandiri. Di sisi lain, saya juga gak mau sikembar cuma bisa handle tugas2 rumahan, tetapi juga bagaimana nanti sikembar siap terjun ke masyarakat.

Meski belum 8 tahun, kami memutuskan utk mentraining mereka lebih dini, sebelum mereka terjun magang profesional. Kebetulan Babanya adalah seorang mentor di sebuah lembaga pendidikan Islam di kota Palu yang bernama: Rumah Kitab Kuning (RKK). Dirut RKK sendiri adalah sahabat kami sejak di Kairo. Di RKK, saat ini sudah ada 4 kelas. Tiap kelas terdiri dari 13-16 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Karena di lembaga tersebut belum ada staf khusus yang menghandle kelas, akhirnya sikembar pun distafkan di situ 😀 (lebih…)

Read Full Post »

Ini awalnya  ketika melihat buku2 fiksi di toko buku yang sudah byk ditulis oleh penulis cilik, trus pas dapat sharing dari para bunda ttg bakat nulis dan blog anak-anaknya, akhirnya saya pun termotivasi juga buat melatih sikembar nulis. Saya benar2 gak pernah menyangka klo bakat nulis saya bisa nurun ke sikembar. Pas saya coba pertama kali membimbing mereka, ternyata wow…hasilnya benar2 di luar dugaan saya. Mereka ada bakat! Sayang banget klo gak diasah 🙂

Step by step pun saya berusaha membentuk kebiasaan nulis mereka. Saya ingin mereka mengenal dunia kepenulisan lebih dini. Jadi target besarnya adalah sikembar bisa nerbitin buku atau minimal jadi blogger di usia muda.

Berikut tips dan trik yang saya pakai utk melatih sikembar nulis cerita:

  1. Tentukan tema cerita sehingga anak bisa dengan mudah membentuk imajinasinya. Berikan tema sehari-hari yang sederhana dulu seperti pengalamannya hari ini, apa yang dirasakan anak, tentang teman, atau lingkungannya.
  2. Pilih waktu di mana anak bisa menulis dengan konsen seperti abis mandi pagi, ba’da isya, atau sore hari. Sinkronkan dengan waktu luang kita soalnya di awal2 anak harus didampingi.
  3. Berikan koreksi dan masukan. Misalnya, tanda baca, penggunaan kata, dan sejenisnya, jadi tulisan anak ada kemajuan.Klo ide cerita, saya gak pernah ikut campur. Biarkan anak mengeksplor ide seluas2nya. Sikembar bisa menghayal setinggi2nya, bahkan pernah si kaka nulis ttg mobil sebesar pohon hahah.
  4. Gunakan instrumen yg membantu anak menulis cerita sistematis, agar ceritanya runtut, gak kemana2. Bisa menggunakan gambar yang ditempelkan. Nanti anak bisa menceritakan gambar2 yang sudah kita susun. Bisa juga dengan memberi mereka sebuah benda. Diletakkan di atas meja, jadi mereka bisa mengasah imajinasi dg melihat benda itu secara langsung.
  5. Berikan anak buku2 bacaan yang bisa membantunya menjadi penulis yang kaya akan ide dan perbendaharaan kata.
  6. Konsisten. Klo anak udah terbiasa menulis, minimal satu kali dalam seminggu, trus lama2 menjadi satu kali per hari, insya Allah potensi nulisnya akan berkembang pesat. Bisa juga dengan memberi anak buku diari/jurnal harian yang unik dan lucu. Biar dia bisa bersemangat nulis.

(lebih…)

Read Full Post »

Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya

Anak-anak sekarang bisa dikatakan sangat dekat dengan dunia teknologi. Di mana-mana kita bisa melihat anak yang belum bisa ngelap ingus sendiri tapi udah ngobok-obok gadget. Istilah-istilah internet pun gak asing bagi anak-anak usia pra SD sekalipun. Jadi, orangtualah yg harus pandai2 mengarahkan, agar kedekatan dg teknologi tersebut tidak berubah menjadi ‘pisau’ yang dapat membunuh kebaikan2 anak.

Di rumah kami ada dua smartphone, satu laptop. Gak ada gadget khusus untuk sikembar. Laptop kadang dipake keroyokan, buat kerjaan kami dan belajar sikembar. Smartphone hanya boleh dipegang sikembar di waktu-waktu tertentu, itupun gak boleh lama-lama. Di rumah memang ada wifi, tapi sejauh ini blm pernah liat sikembar main games online apalagi sampe nonton hal2 yang gak sesuai dg usianya. (lebih…)

Read Full Post »

Perencanaan adalah bagian dari  keberhasilan.

Sejak kami memilih homeschooling utk anak-anak, banyak hal yang harus kami rancang dengan baik. Meski tak lepas dari trial and error, tapi kami gak patah semangat utk terus belajar. Begitupun dalam menyeleksi materi-materi atau kegiatan buat sikembar, selain mengambil referensi dari para keluarga HS lainnya, kami juga menyesuaikan dg minat dan potensi sikembar.

Berikut beberapa jadwal sikembar 🙂

jadwal sikembar

jadwal belajar

Kegiatan belajar sikembar kebanyakan saya yg handle langsung. Utk kemampuan berbahasa, saya lebih setuju dg pemikiran yg mengatakan klo utk anak2 lebih baik mereka belajar bahasa asing secara otodidak ketimbang kursus. Di kelas bahasa, sikembar kadang cuma nonton film bahasa asing dan sesekali saya jelasakan vocabulary baru yg ada dalam film itu. Kadang pula lewat lembar kerja berbasis fun games, jadi anak2 gak bosan. (lebih…)

Read Full Post »

Udah lama sikembar gak main kuas dan cat lagi. Pertama, saya sebenarnya lebih suka mereka menggambar pakai crayon aja. Selain gak makan persiapan, crayon juga gak bikin kotor lantai dan tangan (modus ibu2 malas nih hhihi). Tapi karena sekarang saya lagi gak ada jam mengajar, trus sikembar dari tadi udah bersikap manis pas nyetor hapalan al-Qur’annya, akhirnya kelas painting dibuka lagi.

Untungnya masih ada sisa kertas hvs soalnya buku gambar sikembar udah penuh. Cat yang tersisa cuma warna pink. Tapi….ehhh….

Mamaa, mana kuasnya? Pakai apa melukisnya?

Masa’ kaka melukis pakai tangan?

Azka yg tipenya memang cerewet pun mulai berceloteh. Saya pun nyari spoon, trus sret sret, spoon tadi saya gunting biar ujungnya agak runcing. Sret sret again! Spoon lain saya bentuk jadi bintang. Kelas painting pun dimulai!  (lebih…)

Read Full Post »

Saat liburan semester sikembar selesai, kami membuat keputusan besar. Saya dan si Baba sepakat mengeluarkan sikembar dari sekolah dan memilih meng-homeschooling-kan keduanya. Homeschooling? What? Jadi kembar gak sekolah? Begitulah pertanyaan orang2 yang sudah tahu kalau sikembar sudah keluar dari sekolah. Biasanya kami hanya senyam-senyum saja meresponnya. Untuk menjawabnya, siapapun bisa tinggal tanya om google saja, ketik kata kunci ‘homeschooling di indonesia’, maka akan muncul sederat artikel dan sosok2 keluarga luar biasa yang sudah matang di dunia HS (homeschooling).

Sejak lama sebenarnya si Baba, suami saya menggelontorkan ide ini. Babanya pengen sikembar konsen aja di tahfiz Qur’annya. Tapi mengingat saya yang seorg ‘buruh negara’, saya selalu merasa tidak siap. Namun, alhamdulillah, setelah membaca beberapa buku parenting dan juga artikel2 teman2 HS di medsos,  dan melihat keyakinan di mata si Baba yang juga menghilangkan keraguan saya, bismillah! Saya pasti bisa!

Seingat saya, hal pertama yang saya lakukan adalah membuat daftar. Pertama, daftar kegiatan buat sikembar. Ada jadwal mingguan dan bulanan. Kedua, daftar buku bacaan buat kami dan sikembar. Ketiga, daftar belanja fasilitas belajar sikembar. Dan terakhir membuat daftar harapan dan cita2 alias target HS ini. Semuanya saya diskusikan dengan si Baba dan tentu saja si kembar. (lebih…)

Read Full Post »