Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘home education’

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak terlontar di forum-forum parenting hingga grup homeschooling. Beberapa keluarga berpikir jika ayah dan ibu sibuk bekerja, apa mungkin anak-anak bisa disekolah-rumahin aja?

Dulu juga saya berpikir seperti itu. Saya sendiri seorang buruh negara (dosen PNS di sebuah PTAIN), sedangkan suami meski bukan PNS tapi lebih sibuk dari saya. Di rumah kami gak ada asisten, pun sanak saudara. Hanya mama saya yang kadang datang, nginap paling lama sebulan. Punya dua anak laki-laki yang super aktif, kebayang kan kalo pendidikannya mereka kami juga yg mengurus semua?

Kami hanya berbekal keyakinan dan doa. Akhirnya, alhamdulillah, sikembar sampai sekarang ‘gak sekolah’. Dari tahfiz hingga materi pembelajaran, kami handle mandiri 😀

Berikut tips-tips yang bisa saya bagikan, terutama bagi ibu pekerja di luar rumah yang berniat mau menghomeschoolingkan anaknya: (lebih…)

Read Full Post »

Materi ini bersumber dari kulwap grup HSMN (Homeschooling Muslim Nusantara) wilayah Sulawesi tanggal 30 Agustus 2016. Materinya saya resume kembali. Kebetulan saat itu saya yang jadi notulennya dan bunda Ningrum yg jadi moderator 🙂

Narasumber: Abah Lilik Riza (Ust. Fadli Riza), seorang pegiat home education, ayah 6 anak Konselor sekaligus coach di Rumah Keluarga Indonesia Yogyakarta.

Muqaddimah: Pendidikan adl tarbiyah yang bermakna “tumbuh-kembang”. Tumbuh mewakili makna biologis, sedangkan kembang mewakili makna psikis, yang memiliki tujuan, sarana, tahapan, fungsi, dan sebagainya. Demikian pula dengan pendidikan anak/tarbiyah awlad juga memiliki komptenesi yang hrs dicapai, ingin dan butuh dicapai, tahapan, dan lainnya, yang sudah diatur dalam Islam. Tujuan pendidikan Islam adl mendidik al-fahmu asy-syaamil dan al-iltizam alkaamil (kefahaman menyeluruh, lengkap dan komitmen sempurna).

Proses pendidikan tidak sesederhana dengan taklim atau transfer ilmu. Di sana ada emosi, ada nilai, ada kejujuran, ada logika dan teladan, sehingga hrs diperhatikan cara berfikir, cara bertindak, cara merasa, cara bersikap, dan cara berbicara. Setidaknya ada 4 hal yang menjadi isi dalam menyusun kurikulum pengembangan diri anak: (lebih…)

Read Full Post »