Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘melejitkan potensi anak’ Category

Topik: “SEVEN ESSENTIAL LIFESKILL”
Waktu: 19 November 2016
Oleh: Titin Florentina, Psikolog
Moderator: Jusmiati

Materi Pengantar:
Bismillaahirrahmaanirrohiim..

Menjadi orangtua, merupakan komitmen seumur hidup. Dalam setiap fase perkembangan anak-anaknya, orang tua dituntut untuk selalu belajar. Karena perubahan psikologis akan terjadi baik eskillpada dirinya maupun pada diri anak-anaknya. Perubahan itupun terkait dengan perubahan di luar diri, seperti lingkungan sosial, tuntutan zaman yang selalu berubah. Untuk menghadapi segala perubahan dibutuhkan tidak hanya kecerdasan akan tetapi juga keterampilan untuk menjalani hidup.
Ada 7 skills yang harus dimiliki semua orang agar hidup kita bisa sukses.

Skill 1 : Focus and Self Control
Anak membutuhkan skill ini agar mereka dapat mencapai tujuan mereka dalam dunia yang penuh dengan hal-hal yang mengalihkan perhatian dan banjir informasi. Dengan kata lain, anak mampu mencapai tujuan dan mengabaikan informasi yang tidak perlu.
Focus and self control meliputi 4 komponen :
a. Focus : memiliki perhatian, tidak mudah teralihkan, mudah mengingat sesuatu. Fokus itu, Sadar akan tujuan yang akan kita capai.

Cara meningkatkan fokus kita : 1, dengarkan musik, 2. kerjakan satu pekerjaan jika sudah selesai satu pekerjaan lainnya. 3. Kalau ada proyek besar atau belajar knowledge yang banyak, bagi menjadi bagian-bagian kecil dan kerjakan sampai selesai setiap bagian

b. Cognitive flexiblility : cepat beradaptasi, menerima ide baru (flexibility switch) , misalnya ingin sarapan, sudah direncanakan makan jeruk, ternyata jeruk tidak ada, dan yang ada pepaya, bisa berganti dengan pepaya , atau jeruk hanya tinggal 1 buah, cognitive flexibility itu saat ia mencari ide lain namun tetap pada tujuannya, yaitu sarapan pagi).

c. Working memory : mengingat ide, (ada ide yang sudah ada, kemudian ada ide orang lain, kita bisa menggabungkan ide ide tersebut). Bisa dilatih dengan senam dengan gerakan berurut. , tebak angka, isi TTS, kemampuan matematika akan mendukung fokus, menulis buat diary, puzzle, buat rencana keluarga satu hari.

d. Inhibitory control : mengabaikan informasi yang tidak perlu, tetap bekerja sampai tuntas dalam kondisi apapun. Misalnya , tetap melakukan pekerjaan yang menjadi tugas kita walaupun sudah bosan. Atau ketika anak minta perhatian di waktu kita sedang ada percakapan dengan orang lain yang menarik emosi kita. (lebih…)

Read Full Post »

Di rumah kami yang sederhana, barang-barang bekas sering disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat. Bahkan dalam bermain, sikembar sering menggunakan bahan-bahan bekas seperti kardus, botol2 plastik, kertas yang gak dipakai lagi, dan sejenisnya.

Kali ini sikembar saya ajak untuk menghias bookshelfnya. Sebenarnya rak buku ini udah lama, aslinya juga dari baja ringan bekas yang biasanya dipakai buat bikin atap rumah. Baja ringan itu kami cat putih dan dibelikan penyangga. (lebih…)

Read Full Post »

Resume kulwap parenting 12 Nov 2016 pukul 21.40 wib.
Tema: Tips tahfiz anak
Pemateri: Ustazah Asmaul Husna (ibu 5 anak, murabbiyah Rumah Quran, pegiat Hs)
Moderator: Mayyadah

Materi Pengantar:
Assalamualaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Menghafal Alquran bagi anak insyaAllah sangat mudah,tinggal bagaimana cara orang tua atau guru mengajarinya. Selalu mindset anak dengan cara berulang ulang dipahamkan penting nya menghafal Quran,seperti “adik klo kita hafal Quran insyaAllah nanti bisa pakaikan bunda dan ayah mahkota loh” atau “ketika kita banyak mengaji insyaAllah dapat surga, di surga banyak mainan” atau apalah yg anak2 senang. Selalu katakan motivasi pada anak.. insyaAllah anak mau menghafal AlQuran.

Tips Tahfiz Untuk Anak:

Ketika anak2 sudah bisa mengikuti apa yg kita bacakan, maka menghafal sudah bisa dimulai. Ditalkinkan satu kata- satu kata..Kemudian disambung hingga satu ayat, dan diulang berkali2, tentu dgn tetap melihat mood anak saat itu, jangan sampai kita memaksa anak untuk menghafal,karena takut akan ter mindset bahwa untuk menghafal itu sulit, jadi lakukan dengan relax aja, sambil main bisa juga, karena tipe anak2 berbeda, ada yang duduk manis dan tekun baru bisa hafal, tp ada jg yg dengan sambil lompat2, lari2 baru bisa menghafal 🙂

Jadi sebelumnya kita harus mengenal baik siapa anak kita sebenarnya, dan bagaimana cara yg bisa membuat dia enjoy dalam menghafal Al qur’an.

Alhamdulillah sampai sekarang saya sudah diberi amanah oleh Allah 5 mujahid-mujahidah insya Allah, saya bersyukur sekali bisa mengajari mereka sendiri membaca dan menghafal Al quran. Sebagai seorang ibu, yg tak punya ilmu seperti saya ini, memang harus banyak belajar tuk bisa bagaimana mencari cara yg pas tuk anak2 menghafal Al qur’an. (lebih…)

Read Full Post »

Sudah lama saya gak memberi praktik prakarya (DIY) buat sikembar. Lalu kebetulan di grup watsapp Homeschooling Muslim Nusantara Wilayah Sulawesi sedang ada kelas Crafting Online for Kids. Saya langsung semangat menyiapkan bahan-bahannya apalagi materialnya sangat mudah didapat:

  • Kertas (bisa kertas bekas kalender, kertas kado, atau kertas hvs biasa) Saya pakai kertas bekas amplop coklat.
  • Double tape
  • Gunting
  • Pensil

Udah, itu aja! Mudah banget kan. Tapi hasilnya bisa jadi sesuatu yang keren. Temanya: 3D Wallpaper. Mentor di grup ngasih contoh gambar hasilnya. Jadwal craftnya awalnya jam 13.00 wita, lalu delay sampe pukul 16.00 karena mentor/adminnya lagi putus koneksi (resiko kelas online haha).

Sikembar baru eksekusi prakaryanya ba’da isya karena baru waktu itu kami bisa dengan leluasa beraktivitas. Kalo ibu2 member lain semuanya baru eksekusi prakarya keesokan harinya soalnya memang tutorial dari admin baru dikasih pukul 23.00 wita. Pengennya sih gitu juga, apalagi malam itu sebenarnya saya sangat letih abis ngejar laporan di kantor. Tapi esoknya, saya ada workshop sampe sore, jadilah prakarya itu harus beres malam itu juga, sebelum sikembar tidur. Jadi ceritanya mereka mendahului mentornya :p. (lebih…)

Read Full Post »

Hampir genap 8 tahun sikembar, dan homeschoolingnya sudah masuk bulan ke 8. Menjelang usia 8 tahunnya, kami berinisiatif untuk lebih menggali jiwa leadership dan responsibilitasnya. Dalam sebuah artikel psikologi yg saya baca, di usia 8 tahun, anak sudah bisa diamanahi tanggungjawab dan aktivitas yang mandiri. Di sisi lain, saya juga gak mau sikembar cuma bisa handle tugas2 rumahan, tetapi juga bagaimana nanti sikembar siap terjun ke masyarakat.

Meski belum 8 tahun, kami memutuskan utk mentraining mereka lebih dini, sebelum mereka terjun magang profesional. Kebetulan Babanya adalah seorang mentor di sebuah lembaga pendidikan Islam di kota Palu yang bernama: Rumah Kitab Kuning (RKK). Dirut RKK sendiri adalah sahabat kami sejak di Kairo. Di RKK, saat ini sudah ada 4 kelas. Tiap kelas terdiri dari 13-16 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Karena di lembaga tersebut belum ada staf khusus yang menghandle kelas, akhirnya sikembar pun distafkan di situ 😀 (lebih…)

Read Full Post »

Materi ini bersumber dari kulwap grup HSMN (Homeschooling Muslim Nusantara) wilayah Sulawesi tanggal 30 Agustus 2016. Materinya saya resume kembali. Kebetulan saat itu saya yang jadi notulennya dan bunda Ningrum yg jadi moderator 🙂

Narasumber: Abah Lilik Riza (Ust. Fadli Riza), seorang pegiat home education, ayah 6 anak Konselor sekaligus coach di Rumah Keluarga Indonesia Yogyakarta.

Muqaddimah: Pendidikan adl tarbiyah yang bermakna “tumbuh-kembang”. Tumbuh mewakili makna biologis, sedangkan kembang mewakili makna psikis, yang memiliki tujuan, sarana, tahapan, fungsi, dan sebagainya. Demikian pula dengan pendidikan anak/tarbiyah awlad juga memiliki komptenesi yang hrs dicapai, ingin dan butuh dicapai, tahapan, dan lainnya, yang sudah diatur dalam Islam. Tujuan pendidikan Islam adl mendidik al-fahmu asy-syaamil dan al-iltizam alkaamil (kefahaman menyeluruh, lengkap dan komitmen sempurna).

Proses pendidikan tidak sesederhana dengan taklim atau transfer ilmu. Di sana ada emosi, ada nilai, ada kejujuran, ada logika dan teladan, sehingga hrs diperhatikan cara berfikir, cara bertindak, cara merasa, cara bersikap, dan cara berbicara. Setidaknya ada 4 hal yang menjadi isi dalam menyusun kurikulum pengembangan diri anak: (lebih…)

Read Full Post »

Ini awalnya  ketika melihat buku2 fiksi di toko buku yang sudah byk ditulis oleh penulis cilik, trus pas dapat sharing dari para bunda ttg bakat nulis dan blog anak-anaknya, akhirnya saya pun termotivasi juga buat melatih sikembar nulis. Saya benar2 gak pernah menyangka klo bakat nulis saya bisa nurun ke sikembar. Pas saya coba pertama kali membimbing mereka, ternyata wow…hasilnya benar2 di luar dugaan saya. Mereka ada bakat! Sayang banget klo gak diasah 🙂

Step by step pun saya berusaha membentuk kebiasaan nulis mereka. Saya ingin mereka mengenal dunia kepenulisan lebih dini. Jadi target besarnya adalah sikembar bisa nerbitin buku atau minimal jadi blogger di usia muda.

Berikut tips dan trik yang saya pakai utk melatih sikembar nulis cerita:

  1. Tentukan tema cerita sehingga anak bisa dengan mudah membentuk imajinasinya. Berikan tema sehari-hari yang sederhana dulu seperti pengalamannya hari ini, apa yang dirasakan anak, tentang teman, atau lingkungannya.
  2. Pilih waktu di mana anak bisa menulis dengan konsen seperti abis mandi pagi, ba’da isya, atau sore hari. Sinkronkan dengan waktu luang kita soalnya di awal2 anak harus didampingi.
  3. Berikan koreksi dan masukan. Misalnya, tanda baca, penggunaan kata, dan sejenisnya, jadi tulisan anak ada kemajuan.Klo ide cerita, saya gak pernah ikut campur. Biarkan anak mengeksplor ide seluas2nya. Sikembar bisa menghayal setinggi2nya, bahkan pernah si kaka nulis ttg mobil sebesar pohon hahah.
  4. Gunakan instrumen yg membantu anak menulis cerita sistematis, agar ceritanya runtut, gak kemana2. Bisa menggunakan gambar yang ditempelkan. Nanti anak bisa menceritakan gambar2 yang sudah kita susun. Bisa juga dengan memberi mereka sebuah benda. Diletakkan di atas meja, jadi mereka bisa mengasah imajinasi dg melihat benda itu secara langsung.
  5. Berikan anak buku2 bacaan yang bisa membantunya menjadi penulis yang kaya akan ide dan perbendaharaan kata.
  6. Konsisten. Klo anak udah terbiasa menulis, minimal satu kali dalam seminggu, trus lama2 menjadi satu kali per hari, insya Allah potensi nulisnya akan berkembang pesat. Bisa juga dengan memberi anak buku diari/jurnal harian yang unik dan lucu. Biar dia bisa bersemangat nulis.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »