Terhitung sejak kami menikah di 2008 silam, berarti sudah ada empat kali saya merayakan ultah suami yg jatuh tiap oktober. Sejujurnya, hari spesial bagiku atau bagi suamiku bukan cuma saat kami saling memberi surprise di hari ultah, tetapi setiap saat adalah hari yang spesial. Bahkan hari dimana kami tak punya uang, makan tanpa lauk, atau tidur dengan perut lapar, juga termasuk hari spesial.
Biasanya, jelang ultah suami, saya akan sibuk memikirkan kado apa yg akan saya berikan. Selama 4 kali ultahnya, setidaknya saya sdh memberikannya surprise yg berbeda-beda. Pernah saya bangun tgh malam, membuat puzel kata yg berakhir pada selembar puisi di dalam oven, pernah juga masak tumpeng dan ayam kecap, hingga memberinya sebuah handphone (baca: di sini).
Kali ini saya benar-benar blank page, tanpa ide sama sekali. Mungkin karena kesibukan kuliah dan lainnya, saya bahkan tdk tahu apakah bisa merayakannya atau tidak. Makanya di kelas saya pun bertanya sama teman-teman dari kaum adam: “kado apa sih yg sebenarnya diinginkan laki-laki di dunia ini?”. Lanjut Baca »

