Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Terhitung sejak kami menikah di 2008 silam, berarti sudah ada empat kali saya merayakan ultah suami yg jatuh tiap oktober. Sejujurnya, hari spesial bagiku atau bagi suamiku bukan cuma saat kami saling memberi surprise di hari ultah, tetapi setiap saat adalah hari yang spesial. Bahkan hari dimana kami tak punya uang, makan tanpa lauk, atau tidur dengan perut lapar, juga termasuk hari spesial.

Biasanya, jelang ultah suami, saya akan sibuk memikirkan kado apa yg akan saya berikan. Selama 4 kali ultahnya, setidaknya saya sdh memberikannya surprise yg berbeda-beda. Pernah saya bangun tgh malam, membuat puzel kata yg berakhir pada selembar puisi di dalam oven, pernah juga masak tumpeng dan ayam kecap, hingga memberinya sebuah handphone (baca: di sini).

Kali ini saya benar-benar blank page, tanpa ide sama sekali. Mungkin karena kesibukan kuliah dan lainnya, saya bahkan tdk tahu apakah bisa merayakannya atau tidak. Makanya di kelas saya pun bertanya sama teman-teman dari kaum adam: “kado apa sih yg sebenarnya diinginkan laki-laki di dunia ini?”. Lanjut Baca »

8 Mitos Bayi Kembar

Baru saja jalan2 ke website bayi kembarnya Pamela Friendle Fierro, seorg ibu WN USA yg udah menulis 3 buku ttg bayi kembar/parenting. Menurutku, situs ini lengkap dan komprehensif, bahkan riset2 ahli bayi kembar juga banyak diposting di sana :)

Nah, salah satu artikel menarik yg kubaca adalah ttg mitos bayi kembar. Oke, moms, dgn sedikit adaptasi, aku sharing di sini ya:

Mitos Pertama: Mengasuh bayi kembar artinya dua kali lipat repot dan susahnya dibanding bayi non-kembar. Hmm, sebenarnya ini selamanya tidak benar. Tergantung semangat dan motivasi orangtua dalam membesarkan bayi mereka. Bagaimanapun, kasih sayang dan cinta saat mengasuh bayi anda, tidaklah bisa diukur dgn angka2. Jika anda memang begitu semangat, tentunya tak ada masalah dgn kembar atau tdknya bayi anda. Dan lagi, punya bayi kembar boleh jadi lbh mudah dibanding mengasuh bayi tunggal dlm usia yg berbeda2. Orgtua tdk perlu repot mencari teman bermain jika sikembar harus ditinggal, dan saat mereka sdh agak besar, mereka akan lbh byk meringankan beban ortu mereka. Bayangkan, ada dua anak atau lebih yg tumbuh bersamaan dan siap menjadi bodyguard anda :)

Mitos Kedua: Salah satunya akan berwatak Malaikat, satunya Bajingan.
Itu sama sekali tidak benar. Bagaimanapun, anak dilahirkan dlm keadaan fitrah, orgtualah yg kelak membentuk sifat mereka. Mau saleh atau tidak, itu trgantung pendidikan keluarga dan lingkungannya. Bahkan, uniknya, bayi kembar sring bertukar peran membuat orgtua bingung bagaimana sebenarnya karakter mereka. Misalnya, suatu ketika, Azka yg keliatan bgt cengengnya en Ahda yg jadi lebih penyabar. Tapi, itu cuma sementara. Tak lama, giliran Ahda yg mendadak manja bin tukang rewel, sdgkan Azka berubah cool dan manis :D Lanjut Baca »

Kalau anak anda sudah bisa berbicara, meski masih cadel, maka akan lebih mudah melatihnya untuk ke toilet sendiri. Hanya dibutuhkan sedikit kesabaran dan ketekunan, anda akan terbebas dari rutinitas memesang popok, membersihkan kotoran bayi anda, atau harus bolak-balik toilet menemani si kecil.

sumber: dokteranakku.net

Anak anda belum bisa berbicara dengan baik layaknya anak-anak lain? Jangan khawatir, anda tetap bisa mengajarinya untuk melepas ketergantungan kepada popok:) Bayi kembar saya, Azka Ahda, hingga usia dua tahun lebih tiga bulan, cara berbicara mereka masih belum jelas. Tapi, di sisi lain, menurut saya, mereka sudah cukup gede untuk bisa tahu kapan mereka harus buang air. Jadi saya pikir, gak masalah mengajari mereka sekarang.

Pertama, saya membuatkan mereka kosakata yang mudah diucapkan. kalau mau BAB, mereka cukup bilang “beyo’”, dan kalau BAK, mereka cukup bilang “piis”. TApi kemudian, kata “piis” itu berubah menjadi “encing”, karena sepertinya itu lbh mudah menurut mereka.

Awalnya sih, saya stres bukan main. Suami yang juga membantu, hampir2 menyerah. Tapi kami bertekad say goodbye sama popok instan, jadi setiap hari sikembar hanya pakai celana tanpa pelapis apa-apa. Seminggu pertama, mereka nangis melihat kotorannya sendiri menodai celana mereka. Mereka terkadang cuma berdiri, bengong, tanpa tahu mau bilang apa. Tapi saya dan suami terus-menerus mengatakan: Lanjut Baca »

Setelah buku indie perdanaku booming, aku jadi kehilangan waktu banyak buat diriku sendri, terutama buat keluarga kecilku. Padahal, di halaman persembahan buku Mata Air 100 Juta itu aku menulis:

teruntuk kedua anakku, Azka dan Ahda, mata air kekuatanku…

dan di halaman cerita “Me and My Twins” halaman 28 aku menulis:

Masihkah kau mengingatnya?
Saat kukatakan padamu
bahwa aku tak butuh barang mewah
ataupun harta nan berlimpah
cukuplah keluarga, hartaku yang paling berharga

But, so sad, aku tak bisa memenej waktuku dgn baik. Hape tak berhenti berdering, inbox FB dan wall juga terus-menerus ramai. Aku tak punya asisten untuk menangani para pemesan bukuku, dan mau tak mau aku harus terjun sendiri. Aku tidak mau mengecewakan mereka. Untungnya, suamiku mau mengerti. Untungnya lagi, cetakan kedua langsung habis, dan ada sedikit JEDA untuk menanti cetakan ketiga, ada waktu untuk bernafas sejenak…sebelum pemesan membanjir lagi. Lanjut Baca »

Baru-baru ini seorang teman sempat ngirim sms curhat karena ia harus berpisah dengan suaminya tercinta. Ia di tanah air, sedangkan suami masih harus studi di luar negeri. Sedihnya lagi, ia sebentar lagi akan melahirkan buah hatinya tercinta tanpa kehadiran suami :(

Hmm, kalo dibayangin sih, long distance dengan suami itu lebih banyak beratnya. Tapi, kalo saya pribadi yang udah jalanin long distance beberapa bulan ini, ternyata gak seberat yang kita bayangkan. Berikut ini tips-tipsnya:

Pertama, positive thinking aja. Banyak keuntungan kalo kita sedang long distance dengan suami seperti, pekerjaan sebagai istri sedikit berkurang, cucian gak sebanyak biasanya, gak bakal ada rutinitas nyetrika ato mengurus kebutuhan suami, dan tentunya pahala tambah banyak karena semua ladang amal kita yang handle sendiri. Dan, biasanya, setelah berpisah lama, kita akan serasa jadi pengantin baru lagi pas ketemuan heheh.

Selama suami gak ada, kita bisa banyak intropeksi dan mengetahui seberapa besar arti suami. Menyadari betapa besar arti keberadaan suami membuat kita akan lebih perhatian dan berterima kasih pada suami kalo ia udah berada di sisi kita kembali. Kita akan lebih belajar mandiri, lebih tegar, lebih sabar, manjanya bisa dikurangi, dan pelajaran-pelajaran yang secara gak langsung akan menambah perbendaharaan karakter positif kita :) Lanjut Baca »

Pertama, anda perlu memastikan riwayat keluarga. Apakah anda memiliki keturunan bayi kembar atau tidak? Jika anda tidak memiliki hal tersebut, cobalah untuk memastikannya pada pasangan anda. Saat dokter mengatakan saya hamil kembar (di usia kehamilan 3 bulan), saya baru sadar kalau saya memiliki keturunan bayi kembar yang kuat. Keluarga ibu saya ada yang melahirkan kembar sepasang, sedangkan dari keluarga suami juga ada yang punya anak kembar identik. Uniknya, hal tersebut baru kami ketahui dan selidiki pasca kehamilan saya.

Bagi yang masih single atau belum menikah dan sangat ingin punya bayi kembar, sebaiknya anda mencari calon pasangan yang punya riwayat bayi kembar jika garis keturunan anda sendiri tidak memiliki riwayat itu. Semakin kuat pengaruh gen orangtua, semakin kuat pula peluang untuk memperoleh bayi kembar.

Kedua, perhatikan usia sang ibu. Teori kedokteran mengatakan bahwa usia di atas 35 tahun lebih besar kesempatannya untuk mendapatkan bayi kembar. Salah seorang kenalan saya tidak memiliki keturunan selama hampir 4 tahun, namun kemudian ia hamil dan janinnya kembar! Meski ia sudah melewati usia mudanya, ia ternyata bisa memperoleh bayi kembar. Lanjut Baca »

Assalamu Alaikum
Apa kabar Ba? Musim dinginnya pasti dingin sekali tanpa Mama, Azka, dan Ahda ya…

Baba yang penyabar, baik hati, dan lucu…
kami bertiga baik-baik saja dalam naungan rahmat Allah. cuaca di tanah air tidak stabil, sehingga azka dan ahda tak jarang terkena pilek dan batuk berdahak. Mama juga begitu, kadang Mama yang ditulari Azka, kadang Azka yang tulari Mama, ato Ahda yang tulari Azka :D

Jujur Ba, Mama kewalahan, tapi itu terjadi di awal-awal kedatangan Mama di sini. Dan alhamdulillah, Sikembar seperti biasa selalu menjadi anak yang baik dan cepat supel dengan lingkungan barunya.
Lanjut Baca »

Meski ditakdirkan lahir bersama-sama, besar bersama di lingkungan yang sama, akan tetapi karakter bawaan bayi kembar anda belum tentu sama. Jika bayi anda kembar identik perempuan, boleh jadi satunya lebih feminim, sedangkan yg lain cenderung tomboy. Boleh jadi si A sangat penurut, sedangkan si B lebih militan.

Sikembar Azka-Ahda misalnya, sejak awal, perbedaan karakter keduanya sudah terlihat. Azka lebih sensitif dan peka, sedangkan Ahda sedikit cuek dan silent. Jika berhadapan dengan orang baru, Azka akan langsung tersenyum dan bersikap so welcome, sedangkan Ahda lebih memilih diam di tempat, mengamati si orang baru terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bersikap akrab atau tidak.

Saat makan bersama, Si Kaka (azka) makan dengan berhati-hati, sangat perhatian dengan kebersihan tangan dan bajunya dibanding Si Ade (Ahda), begitupun saat mereka bermain. Terkadang pula saya sebagai ibunya merasa jika Si Kaka lebih manja jika berhadapan dengan saya, terkadang pula Si Dede tidak mau kalah manja dari Si Kaka. Lanjut Baca »

Meski anda begitu bahagia bisa terpilih menjadi KELUARGA SIKEMBAR, namun anda akan menjalani hari-hari yang penuh susah-payah dibanding ibu bayi tunggal. Waktu akan terkuras banyak hanya untuk merawat bayi kembar anda, belum lagi, anda akan sulit mencari me time untuk sekedar bernafas dan memanjakan diri.

Tak ada lagi waktu luang untuk sekedar bermanja pada suami, begitupun suami, harus rela dimadu oleh sikembar. Terkadang, saat kebutuhan seks anda harus dipenuhi, anda sudah lebih dulu diselimuti rasa lelah dan tak punya gairah untuk menikmati “kencan” anda bersama suami. Lanjut Baca »

Dikaruniai bayi kembar, anda harus siap-siap menjadi pusat perhatian. Selain itu, anda pun harus sabar menghadapi berbagai macam pertanyaan orang-orang di sekitar anda ketika melihat bayi kembar anda. Lucunya, pertanyaan-pertanyaan tersebut nyaris bernada sama sehingga anda harus ekstra sabar untuk memberikan jawaban terbaik yang mungkin membuat anda bosan.

Saya pribadi mengalami hal ini, terkadang saya harus mengulang-ulang jawaban yang sama, cerita yang sama, demi menjawab pertanyaan seputar bayi kembar dari orang berbeda.

Nah ibu-ibu, siapkan diri anda untuk menjawab 5 pertanyaan ngetop tersebut:

1. Kok bisa seh dapat bayi kembar? (biasanya diikuti dengan kalimat: “Bagi tipsnya dunk!” )
2. Capek/ Repot banget ya ngurus bayi kembar? (terkadang ekspresi penanya seperti begitu kasihan pada anda)
3. Sifat mereka (bayi kembar) berbeda gak? Yang mana lebih aktif? (selanjutnya, anda biasanya akan ditanya lebih lanjut tentang seperti apa aktifnya bayi kembar anda)
4. Kok sikembar gak dibawa? Di rumah siapa yang jagain? (ini jika anda bepergian sendiri)
5. Cara bedainnya gimana? (khusus bayi kembar identik)

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.