Akhir-akhir ini saya mulai dihinggapi rasa khawatir. Sudah sebulan ini saya rela memvakumkan tesis, padahal sdh bab terakhir, demi mengabdi kpd almamater tercinta. Buku karya alumni, yg berjudul 1 Nama 1000 Kisah: Memoar Ag. H. Abd. Wahab Zakariya, MA. itu adalah proyek terbesarku tahun ini. Saya membayangkan senyum Bapak (almarhum) menyaksikan saya melanjutkan perjuangannya. Ya, ini memang seperti mendaki tebing 90 derajat. Tapi, ini masih lbh baik drpd tidak memberi yg terbaik. Meski tekad saya sdh sekeras karang, tetap saja kekhawatiran itu ada. Saya khawatir, harapan saya dan teman-teman panitia yg udah kerja keras akan berakhir dgn hasil yg tak sesuai harapan.
Tiba-tiba saja saya merenung malam ini. Sudahkah saya benar-benar mengabdikan diri utk proyek ini? Sudahkah saya ikhlas? Sudahkah saya memperbaiki niat? Bukan utk mengejar popularitas, bukan utk sekedar membuktikan nama besar Bapak?
Saya melihat kembali buku rekening panitia launching yg kemarin pagi sdh dicetak pihak bank dan laporan donasi di laptop saya silih berganti. Jumlah donasi yg masuk bahkan blm bisa dipakai utk menebus biaya percetakan padahal bulan Maret sudah berlalu. Sisa sebulan lagi launching buku. Sepertinya…sepertinya…saya yg harus mengulurkan tangan lbh panjang.
Dan tiba-tiba saja saya diingatkan atau mungkin diperingatkan olehNya. Tentang sebuah janji Allah yang begitu indah Ia rangkum dalam QS. al-Baqarah ayat 261-268. Saya memaknai ayat demi ayat, bahkan membaginya di page fesbuk saya agar semua juga merenungi kembali teori sedekah itu. Begini hasil pemaknaan saya:
ayat 261: jika bersedekah dg ikhlas maka balasannya seperti menanam satu biji lalu tumbuh dg menghasilkan 700 biji.
ayat 262: jika bersedekah dg ikhlas maka balasannya ada dua: ukhrawi yaitu pahala dan duniawi yaitu psikologis yg sehat yg senantiasa terbebas dr gundah-gulana
ayat 263: jika ga mampu bersedekah dg ikhlas, cukup dgn berkata baik dan meminta maaf kpd org yg meminta sedekah. itu lbh baik drpd sedekah sambil ngomel
ayat 264: jika bersedekah sambil ngomel ato gak ikhlas maka jgnkan dapat balasan10 kali lipat, senilai recehan 25 sen pun tidak
Seperti tanah yang mengendap di atas batu yg mendadak tersapu bersih oleh hujan lebat.
ayat 265: jika bersedekah utk semakin dicintai Allah maka balasannya dua kali lipat. Seperti kebun yg meski gak diguyur hujan lebat, maka gerimis saja bisa membuat kebun itu menghasilkan buah 2 kali lipat.
ayat 266: jika rajin menumpuk harta tp pelit bersedekah atau bersedekahnya ga ikhlas, maka seperti org yg punya kebun berlimpah hasilnya, subur tanahnya, ttpi saat ia telah renta dan anak2nya membutuhkan bantuannya, kebunnya malah diterjang paceklik lalu terbakar tanpa sisa.
ayat 267: jika ingin bersedekah, pilihlah sesuatu yg bagus2 utk disedehkan, bersedekahlah yg terbaik.
ayat 268: dan manusia yg kikir bersedekah itu karena selalu dibisiki oleh syaitan ttg bayang2 kemiskinan. dlm hitung2annya, smkn byk bersedekah, semakin berkurang uang jajan
Lanjut Baca »




