Resume Kulwap Parenting Part 6

Resume kulwap parenting 12 Nov 2016 pukul 21.40 wib.
Tema: Tips tahfiz anak
Pemateri: Ustazah Asmaul Husna (ibu 5 anak, murabbiyah Rumah Quran, pegiat Hs)
Moderator: Mayyadah

Materi Pengantar:
Assalamualaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Menghafal Alquran bagi anak insyaAllah sangat mudah,tinggal bagaimana cara orang tua atau guru mengajarinya. Selalu mindset anak dengan cara berulang ulang dipahamkan penting nya menghafal Quran,seperti “adik klo kita hafal Quran insyaAllah nanti bisa pakaikan bunda dan ayah mahkota loh” atau “ketika kita banyak mengaji insyaAllah dapat surga, di surga banyak mainan” atau apalah yg anak2 senang. Selalu katakan motivasi pada anak.. insyaAllah anak mau menghafal AlQuran.

Tips Tahfiz Untuk Anak:

Ketika anak2 sudah bisa mengikuti apa yg kita bacakan, maka menghafal sudah bisa dimulai. Ditalkinkan satu kata- satu kata..Kemudian disambung hingga satu ayat, dan diulang berkali2, tentu dgn tetap melihat mood anak saat itu, jangan sampai kita memaksa anak untuk menghafal,karena takut akan ter mindset bahwa untuk menghafal itu sulit, jadi lakukan dengan relax aja, sambil main bisa juga, karena tipe anak2 berbeda, ada yang duduk manis dan tekun baru bisa hafal, tp ada jg yg dengan sambil lompat2, lari2 baru bisa menghafal 🙂

Jadi sebelumnya kita harus mengenal baik siapa anak kita sebenarnya, dan bagaimana cara yg bisa membuat dia enjoy dalam menghafal Al qur’an.

Alhamdulillah sampai sekarang saya sudah diberi amanah oleh Allah 5 mujahid-mujahidah insya Allah, saya bersyukur sekali bisa mengajari mereka sendiri membaca dan menghafal Al quran. Sebagai seorang ibu, yg tak punya ilmu seperti saya ini, memang harus banyak belajar tuk bisa bagaimana mencari cara yg pas tuk anak2 menghafal Al qur’an.Semoga kita bisa sama-sama belajar dan berbagi bagaimana bisa menjadi ahlul Qur’an.

Pertanyaan Pra Kulwap:

  • Dari Bu hilma:
    1,)seberapa besar pengaruh(dampak)manfaat media dlm penunjang hpalan ank,krn trkdng ank hny tertarik saat media itu msh baru sj. 2), ada momok pd sebagian org,ktny jika ank tdk blh dipaksa menghapal,klo tdk kuat ank bisa “stres”, padahal kita tdk ingin memaksanya,tp kita ingin dia hpl AlQuran,bgmn agar momok ini tdk jd bumerang bg kita?

jawaban
1.  media nya seperti apa, kadang anak2 memang begitu, misalnya seperti hafidz/ah doll, atau kartu hijaiyah untuk membaca,kadang setelahnya hanya menjadi mainan saja, tapi kita bisa lebih kreatif biar anak ga bosan, misalnya ga perlu yg mahal,orangtua(ayah atau ibunya )bisa meluangkan waktu mentalkin kan anak, ayat per ayat, sambil dengan gerakan tangan,biasanya anak lebih nempel hafalan nya ketika ada pakai gerakan (metode ini yg awal saya ajarkan ke anak),memang kita juga seperti anak kecil,tapi gapapa, i.allah kita sebagai orangtua selalu dapat pahala ketika anak kita membacanya.
2.  Iya betul sekali,anak jangan di paksa menghafal,jadikan Al Quran kebutuhan kita sehari-hari,jadikan gelisah ketika kita tidak membacanya setiap hari, bagaimana caranya, ya kita harus me mindset anak bahwa membaca/mengahafal Quran i.allah mendapat surga, misalnya meng iming-imingkan di surga semua ada dik,ada jajan, ada mainan dan seterusnya yg anak memang suka hal itu, tapi klo adik mau masuk surga harus banyak baca Quran biar hafal, atau klo adik hafal Quran ibu dan ayah nanti dapat mahkota dari adik i.allah , adik mau kan pakai kan ayah dan ibu mahkota. Tak lepas dari itu memang harus ada tauladan di rumah,misalnya ayah, ibu, kakek ,nenek, atau tante,yg serumah nemang juga harus rajin membaca Al Quran,jadi anak ngelihat, oh ayah ngaji, ibu ngaji, nenek ngaji dan seterusnya, jadi anak ngelihat semua mengaji, i.allah walaupun anak ga di mindset suruh ngafal atau ngaji dia akan ikut ayah ibunya jg ngambil Al Quran ketika ayah ibunya mengaji,itu yg kami rasakan, ketika anak saya yg umur 1 thn 10 bln disuruh baca, yg dia baca ta’awudz dan basmalah, bukan membaca A,B,C dan seterusnya, karena yg dikenalkan di awal adalah mengaji.
Semoga di pahami yg bunda hilma 🙂

  • bun uswatun hasanah:
    Perkenalkan nama saya uswatun hasanah,ibu dari 2 anak dan bekerja sbg pengajar..Anak pertama saya perempuan pendiam, lembut dan patuh kelas 1 sd dan sedang asyik menghafal juz amma, anak kedua laki laki umur 2,6 th dan sangat aktif. Yg menjadi pertanyaan saya:
    1. metode apa yg cepat dan tepat agar anak sy cepat menghafal alquran dan bgmn tips biar tdk cepat lupa hafalannya
    2. bagaimana metode mengenalkan al quran untuk balita 2,6 th.
    3. Minta tolong dishare pengalamannya ustadzah dalam mendidik anak yg cinta al quran, menghafal dan menerapkan alquran dlm kehidupannya..
    Syukran..

Jawaban
1. Tipe setiap anak berbeda-beda , jadi sebelum mengajari anak kita harus mengenali tipe anak kita, klo dari pengalaman saya sama anak2, anak pertama tipenya itu aktif, klo menghafal ga bisa diam, dan caranya harus di talkin kan atau di dengar dari murottal yg dia suka Qori nya (pembacanya),dan ketika saya atau ayahnya mentalkinkan dengan gerakan tangan dan seterusnya.
Klo anak kedua lebih tenang cara belajar nya,belajarnya harus duduk rapi dan tekun, dan ketika di talkin kan hanya beberapa kali sudah bisa di hafal sendiri,dan cara untuk tidak cepat lupa memang harus selalu di ulang-ulang dan cara menghafal nya harus yg ia suka dari awal.
2. Anak-anak mengenal sesuatu ketika kita sebagai orangtua(ayah ibu) atau orang terdekat nya sering memegang sesuatu tersebut , sesuatu yg sering anak-anak lihat setiap harinya, I.Allah ketika kita selalu mengaji di samping anak ,atau ketika menyusui bagi yg bayi, atau belikan IQRO khusus untuk anak, atau media apa aja yg bisa tuk memulai menghafal, I.Allah anak akan cepat menghafal AlQuran, dan yang paling penting dan utama hindarkan TV dari dalam rumah.
3. pengalamannya ya… sebenarnya ga ada yang istimewa semua berjalan seperti air, tapi alhamdulillah anak2 suka mengaji, dan suka dengan AlQuran. Yang saya rasa untuk memudahkan anak2 mencintai AlQuran sejak dini adalah ketika kita hamil , klo ingin anak menjadi hafidz/penghafal AlQuran , kita semasa hamil itu perbanyak membaca AlQuran, klo ga lagi membaca bisa menyetelkan murottal, selalu me mindset (memberitahu) anak bahwa AlQuran bisa membawa kita ke surga, klo hafal Quran bisa memakaikan kedua orang tua mahkota, dan klo yang masih kecil2 di belikan IQRO berwarna yang menarik perhatian anak, yang udah SD di belikan AlQuran yg mereka mau, tapi dengan syarat selalu di baca, alhamdulillah sampai sekarang mereka itu banyak punya AlQuran, untuk bisa ganti2 bacanya sesuai Quran yg dia suka, tp klo untuk menghafal saya fokuskan 1 AlQuran saja, klo untuk tilawah boleh dengan AlQuran yg lain, setiap harinya di rumah selalu menyetel murottal dari SPEAKER QURAN,ketika di mobil menyetel murottal MP3, kadang tertidur hingga subuh, speaker Quran masih menyala atau kalau mati karena habis baterainya. Mungkin itu ya bunda uswah 🙂

  • Pak heru:
    ustadzah, mhn masukan dan solusi dari ustadzah, Anak saya usia 3 th dan mulai menghafal surah2 pendek. Hanya saja mood untuk tdk menghafal lebih banyak dr pd mood utk menghafal dan dia suka merubah2 redaksi ayat. Seperti dlm surah alfatihah menjadi; alhamdalalaharabbalalaman, arrahmanarraham, yaumaddan, Dst
    Bagaimana caranya supaya anak sy lebih mudah diarahkan. Trmksh.

jawaban:
1. MaasyaAllah, anak bapak sebenarnya cepat menghafalnya, menangani anak yg pintar begini kita juga harus kreatif atau lebih pintar, memang selalu dikasih tau ketika dia merubah bacaan ayat Alquran,bahwa merubah bacaan Alquran Allah nanti ga sayang sama kita (memang harus memakai kata-kata yg anak fahami),atau dengan cara ketika anak benar membaca nya kita kasih hadiah,di hargai bacaan nya supaya anak selalu benar membacanya, i.allah anak selalu baca yang benar.

Pertanyaan Sesi Kulwap:

  • Bun ariani:
    Apakah boleh mengimingi anak2 dengan hadiah setiap menghafal? Soalnya anak sy kdg minta hadiah klo di suruh menghafal. Dan bgaimna pendapat pemateri ttg musabaqah2 yg diikuti anak2?

jawaban:
Mengimingi anak dengan hadiah setiap kali menghafal boleh saja. Tapi, kita harus punya target, target diawal mungkin 1 surah dulu kemudian naik 2 surah dan seterusnya, hadiah pun tidak perlu yg mahal,dan hadiah jg harus yg mendidik, misalnya buku bacaan,.

Tentang musabaqah, klo menurut saya , boleh2 saja,tapi janga salah niat, misal niat awal untuk memotivasi ana untuk giat menghafal karena Allah,niat untuk cinta AlQuran, tapi klo dari awal sdah salah niat, misalnya ingin dapat ini itu, i.allah hafalannya tidak berkah.

  • Bu dahlia:
    Bagaimana metode mengatur pengulangan hafalan alquran anak jika sdh byk juz yg dihafal agar tdk lupa,dan apakah tdk mengganggu hafalanx jika ia jg ikut les atau pramuka? Anak sy mau 9thn

jawaban:
Untuk metode mengulang umur 9 thn, yg saya pakai , habis subuh sampai jam 7.00 anak menghafal hafalan baru, waktu dhuha jam 9-11 mengulang hafalan habis subuh, jam 11 – dzuhur qailulah, setelah makan siang – waktu asar mengulang hafalan yg habis subuh dan hafalan hari sebelumnya, habis asar menyetor hafalan habis subuh dan hari sebelumny, habis isya tilawah(kita mendengar dan membetulkan bacaan anak yg akan di hafal esok hari).

Untuk les dan pramuka bisa di lakukan seminggu sekali, klo anak dipersiapkan jadi penghafal AlQuran.. misal hari libur. Jd ga apa2 ikut aktivitas lain selama tdk menghalangi tahfiz anak. Anak saya sendiri ikut taekwondo, berenang dan memanah agar tmbuh jd pemberani✅

  • Pak rayyan:
    Alhamdulillah skrg ini sya dan istri membina tahfidz (thun pertama) untuk anak-anak umuran 6-13 dgn metode tiqror. Agar bisa menarik untuk peserta didik dan tidak membosankan apa ada trik2 untuk memacu dan memompa semangat peserta didik ustadzah? Dan apa sudah efektif kalau satu metode pada umur yg berbeda ustadzah?

jawaban:
Untuk umur 6-13 tahun..yg saya alami umur 6-9 tahun itu masih masa2 yg harus terus di semangati untuk menghafal,karena… belum bisa memilah yg mana harua di prioritaskan,jadi harus selalu di ingat kan menghafal,kecuali anak tersebut emang sudah dewasa cara berfikir nya, dan umur 9 -13 tahun, ini sudah mulai ada tanggung jawab hafalannya.. i.allah beberapa kali di kasihtau sudah bisa menghafal mandiri, tp memang harus ada selingan… misal seminggu 2x di bawa refreshing seperti berenang ke pantai, mukhoyyam AlQuran, memanah, atau beladiri..
Ketika menghafal anak2 jangan yg di ingatkan kesalahannya saja..kemudian memberi hukuman atau sangsi,kadang kita sebagai pengajar lupa ketika anak tersebut mencapai target atau melebihi target,kita lupa memberi reward/hadiah.. ini yg perlu di perhatikan..jadi anak yg terekam di alam bawah sadarnya bahwa menghafal alquran itu enak, asyik..kita harus tanamkan alquran itu mendamaikan, obat hati klo lagi galau(apa ya bahasa ke anak2).

  • Moderator: jd harus proporsional antara reward n punishment nya ya ustazah. Boleh share punishmentnya seperti apa?

jawaban:
Kalau yg kita pakai… setiap anak diterapi dahulu…sebelum memberi punishment..jadi di tahu dulu kelemahan anak tersebut di bagian apa..karena setiap anak berbeda,ada yang bisa dihukum berdiri di depan temannya.2 dan ada yg ga bisa..✅

Khatimah:
Alhamdulillah. .semoga kita dan keturunan kita di pilih Allah sebagai ahlul Quran.,dan kita bisa berkumpul di JannahNya..aamiinn yaa mujiibas saailiinn..
Jazaakumullaahu khoiron katsiiro atas waktunyaa.

Wassalaamualaikum warohmatullahi wa barokaatuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: