Diari Hs: Jadi Dokter Cilik

Setelah menyetor tahfiznya, saya meminta sikembar mengambil kotak obat dan peralatan lainnya seperti gunting dan spidol merah.

Mereka bertanya: Mau apa, Mama? Saya bilang kalo mama mau ajar ade sama kaka jadi dokter cilik. Kalo nanti mama dan baba gak ada di rumah, terus ada yang terjatuh atau terluka, maka ade sama kaka udah bisa mengobati sendiri lukanya.

Selama ini memang kadang mereka saya tinggal berduaan aja di rumah. Mereka biasa saya ajak ke kampus, tetapi mereka lebih milih tinggal di rumah. Mereka gak takut atau gimana2 kalo saya sama babanya kembar sampe keluar rumah ninggalin mereka berdua aja sampai dua-tiga jam.

Yang pertama mencoba belajar melakukan pertolongan pertama adalah Ahda. Azka pun pura-pura jatuh, kakinya berdarah darah merah spidol :D.

Berikut foto-fotonya:

Setelah Ahda, giliran Azka yang beraksi jadi dokternya. Ahda pun akting dapat luka di sikunya. Ini foto-fotonya:

Meski cuma latihan, mereka ternyata total banget. Total bgt jadi dokter sampai menghayati peran jadi pasien. Ekspresi kesakitannya aja gak nguatin :p

Beberapa manfaat dari kegiatan ini:

  • Anak belajar mandiri dan teliti
  • Anak belajar mengetahui tindak medis pertama ketika orangtua tidak ada di rumah
  • Anak belajar nama obat dan perlengkapan medis
  • Orangtua bisa mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, kesehatan, dan kasih-sayang melalui peragaan ini.
  • Anak belajarr akting *hahah*
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: