Menyaksikan Gerhana Tanpa Alat Bersama Sikembar

Wuiihh, judulnya provokatif banget hihi. Mengamati gerhana tanpa alat, bawa anak-anak umur 7 tahunan pula, ckck, pasti ini ibu2 ceroboh! Mau dilaporin ke komnas anak ya mba?!  Tenang…tenang…biarkan foto2 berikut yg akan bercerita yaa, abis itu kalian bebas berkomentar apa aajaaa!

Sebelumnya, saya kasitau kalo lokasi kami menyaksikan gerhana matahari kemarin (9-3-2016) adalah  di kota Palu, yg mjd salah satu kota melihat gerhana 100% tanpa mendung!

Niat awal pengen ngajak sikembar salat gerhana krn kebetulan si Baba diundang jadi khatib, namun mendadak si Baba disms panitia masjid: diminta pula jadi imam! Ampun dah klo si Baba jadi imam, katanya dia pengen baca 1 juz per rakaat. Ckckc…bisa2 sikembar gak sabar berdiri lama trus tiba2 keluar sendiri melihat gerhana. Kan gawat jadinya!

Akhirnya, pasrah, gak ikutan salat gerhana. Cukup salat duha’ aja bareng sikembar di rumah hihi. Abis salat duha’ sikembar bertanya ttg gerhana, saya jawab dg satu kalimat: ade sama kaka langsung nonton saja yaa biar tahu apa itu gerhana!

Pas mau ngajak sikembar ke halaman, wwwwhat!? lembaran rontgen  mama (persyaratan PNS kemaren) ternyata ketinggalan di kantor huuhu. Mana gak ada alat lain lagi! Jadi, pengalaman belajar sains secara langsung, di momen langka ini terancam gagal?!

Hoho, tentu saja tidak! Tak ada alat, mata telanjang pun jadi hahaha. Jadi ceritanya, pas proses menuju gerhana total berlangsung, di tengah kebingungan saya harus pakai alat apa biar mata sikembar aman, sikembar tiba2 menunjuk ke sebuah cahaya yg merembes masuk rumah. Maka terbersitlah ide itu: menyaksikan proses gerhana matahari total (menit demi menit) tanpa alat!

20160309_083455
1. mulai memperhatikan cahaya matahari dan menandai garis keramik   (foto tanpa flash)

 

 

20160309_083713
2. Cahaya mulai redup dan bergerak naik meninggalkan garis keramik  (foto dg flash krn ruangan udah mulai gelap)

 

20160309_083742
3. Hilang! Matahari menghilang! (foto dg flash)

 

20160309_083911
4. Saat GMT, ruangan tadi gelap total.  Saya msh smpt foto tanpa flash. Sikembar pun saya ajak keluar rumah, menyaksikan langsung GMT. Mata udah aman di posisi ini 🙂 Kami bertakbir bersama2. Sayang, gak bisa jepret GMTnya, soalnya kameranya gak sanggup haha maaf yaa pemirsaaa 

 

20160309_084011
5. After GMT, pelan2 matahari keluar kembali. Subhanallah, sedikit saja munculnya, ruangan jadi terang. Sikembar pun saya ajak bertasbih… (foto tanpa flash)

 

20160309_084022
6. Ruangan pun terang kembali. Si Ahda belum berhenti komat-kamit berdoa dengan khusyu’nya 😀 Si Azka sibuk bertasbih 🙂 (Foto tanpa flash)

 

20160309_084131
7. Matahariiii…jangan hilang lagiii! Sikembar msh antusias memperhatikan pergerakan cahaya yg pelan2 naik lalu keluar dari ruangan 🙂

 

Terakhir, ini resume foto proses sikembar mengamati terjadinya Gerhana Matahari Totat Tanpa Alat. Tanpa alat beneran kan! hehehe.
PhotoGrid_1457486229850

Setelah proses melihat gerhana selesai, si Azka pun bertanya:

Mama, mama, kenapa Tuhan kasi’ gerhana?

Belum saya jawab, Azka langsung bergumam, menjawab sendiri pertanyaannya:

OOoww, biar manusia itu paham kekuasaaan Allah karna kita meliat langsung…

Terima kasih, Ya Allah atas kesempatan ini, atas kekuasaanMu yg indah ini.

Terima kasih, anakku, udah belajar dan mengajar mama hari ini 🙂

Iklan

Satu respons untuk “Menyaksikan Gerhana Tanpa Alat Bersama Sikembar

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: