Setelah Tiga Huruf di Belakang Nama

Perkenalkan, nama saya Mayyadah. Usia saya sdh memasuki 27 tahun. Sudah tdk muda lagi saya kira. Tapi di usia ini saya sudah dikaruniai dua anak yg cakep, suami yang baik, pekerjaan yg saya sukai, dan teman-teman yg mencintai karya-karya saya. Setiap hari selain mengurus rumah tangga dan kebutuhan si kembar, saya juga mengajar di sebuah pesantren, tepatnya di Madrasah Aliyah sebanyak tiga kali seminggu.

Selain mengajar, saya juga diamanahi utk memberi kuliah adik2 mahasiswa STAI di pesantren. Tetapi profesi saya yg sebenarnya adalah buruh. Ya buruh. Tetapi bukan dengan otot saya bekerja, tapi dengan isi kepala dan isi hati. Nyaris setiap hari saya meluapkan ide-ide dalam bentuk tulisan, sebagian saya publish ke media, sebagian lagi saya biarkan jadi rahasia.

Hari ini, saya bersyukur karena perjuangan saya sebagai seorg mahasiswi S2 sudah selesai. Dan alhamdulillah,  pencapaian akademik dan kesungguhan saya menggarap tesis yg berjudul: Kaidah Fleksibilitas Fatwa, Studi terhadap Fatwa Ulama-ulama Kontemporer mengantarkan saya meraih gelar Magister Terbaik I UIN Alauddin Makassar.

Penghargaan ini dengan tulus saya persembahkan kepada semua wisudawati dan teman-teman mahasiswi yang berstatus ibu rumah tangga. Sebuah penghargaan yang mengisyaratkan kepada yang muda, bahwa pernikahan dan urusan rumah tangga bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dan alhamdulillah, hari ini saya sekali lagi telah membuktikannya. Saya selalu berprinsip bahwa utk membahagiakan org lain, kita sendiri harus bahagia. Utk menyukseskan org lain, kita sendiri harus sukses. Semoga penghargaan ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi yaaa 🙂

Dalam sebuah syair Arab disebutkan bahwa ilmu diumpamakan sebagai sebatang pohon dan pengamalan ilmu itu adalah buah dari pohon tersebut. Maka, bagaimana mungkin kita bisa menghasilkan buah yang manis, ranum, lagi segar, jika pohon itu tidak disirami dengan baik, tidak dipupuk dengan teratur? Bagaimana mungkin kita menghasilkan generasi pemimpin yang tegar dan mandiri, jika kita sendiri masih malas-malasan? Bagaimana mungkin anak-anak kita terhindar dari korupsi, jika tugas makalah kita aja masih kopi paste? Bagaimana mungkin murid-murid kita bisa berkarakter kuat dan sabar, jika kita sendiri masih selalu menggerutu hanya karena susahnya mendapatkan tanda tangan pembimbing? Dan bagaimana mungkin kita akan berkata kepada anak-cucu kita kelak tentang makna hidup ini, jika kita sendiri telah menyia-nyiakan sebagian besar hidup kita?

Hari ini dua-tiga huruf telah disematkan di belakang nama saya. Dua-tiga huruf saja, tapi dampaknya sungguh ajaib. Yang berprofesi sebagai penceramah akan bertambah isi amplopnya 🙂 PNS akan naik pangkatnya dan tentu saja gajinya. Lalu ibu rumah tangga seperti saya? Yaa minimal bisa membuat uang bulanan dari suami meningkat sedikit. Karena uang jajan anak S1 gak mungkin sama dengan yang S2, kan? (hahah, demo ibu2 kenaikan uang jajan).

Hari ini nama belakang saya resmi bertambah. Tapi sebuah pertanyaan seharusnya saya teriakkan dalam hati: siapkah saya mempertanggungjawabkan dua-tiga huruf itu? Siapkah saya mempertanggungjawabkan gelar itu di masyarakat, terutama di hadapan Yang Maha Kuasa? Siapkah saya menambah kualitas ibadah saya dg memaksimalkan prinsip (inna shalaatii wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillah: sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku utk Allah semata2)?

Pada akhirnya, saya mewakili teman-teman pascasarjana mengucapkan terima kasih yang tulus kepada para dosen dan para pembimbing yang telah menemani perjuangan kami hingga garis finish. Juga kepada para staf akademik di pascasarjana yang telah menghiasi hari-hari kami, yang kadang menyambut kami dengan cuaca cerah, dan kadang pula dengan cuaca mendung (spesial buat para staf yg suka ngerjain saya, jgn merasa kehilangan yaaa? haha). Juga kepada nama-nama yg tak terpublish di halaman tesis saya tapi besar sekali jasanya: tukang fotokopi, ibu kantin, daeng bentor, dan orang-orang yang berada di balik layar.

Semoga Allah menyertai langkah-langkah kita semua. Amin. Selamat berbahagia buat teman2 yg diwisuda hari ini, sebuah episode baru kehidupan baru saja dimulai! 

Yarfa’illahu lladzina aamanuu minkum walladziina uutuul ilma darajaat.

 

 Image

Setelah sarjana: 30092013, 20:05.

 

 

 

Iklan

Satu respons untuk “Setelah Tiga Huruf di Belakang Nama

Add yours

  1. Sungguh prestasi yang inspiratif, dan kata-kata yang memotivasi 🙂
    Saya turet berbahagia untuk kesuksesan Mbak, dan turut mendoakan semoga ilmunya membawa kebaikan bagi umat 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: