Surat Cinta dari Santri

10 maret 2008-10 maret 2013

10 Maret datang lagi. Kali ini kami gak pergi kemana-mana buat ngerayain ultah pernikahan. Di rumah saja. Saya pun kepikiran buat ngadain tasyakuran bareng santri-santri yang tinggal di asrama “Puang Jarre”. Tema tasyakurannya adalah: “dari hati ke hati”. Apaan tuh?! Hahah. Jadi, maksudnya gini. Dari hati, artinya saya dan suami memberi mereka makan malam gratis dgn lauk special yg langka bagi santri yaitu fried chicken plus sup en sambel. Sebelum ashar saya udah pesan ke warung terdekat yg memang masakannya udah terkenal enaknya. Dari hati, juga artinya saya pengen berbagi kebahagiaan dg santri2 karena kami sdh menganggap mereka seperti bagian keluarga.

Lalu ke hati? Tentu saja saya ingin tahu apa sebenarnya pikiran mereka tentang kami selama ini. Kami juga ingin tahu dan memahami apa uneg2 mereka selama mereka mondok di pesantren ini. Karena dgn begitulah, saya dan suami akan bisa berintropeksi sekaligus meningkatkan profesionalitas kami sbg pendidik. Juga, karena momen ini adalah hari yg penting bagi kami, kami gak mau sekedar jadi “suami dan istri yg baik”, tetapi juga “bapak dan mama” yg baik. Untuk anak kembar kami, dan anak-anak santri kami.

Maka jadilah setelah makan malam bersama itu, saya menodong mereka untuk menuliskan isi hati mereka.

Itu kami anggap sebagai kado. So, tulisannya yg special yaaa!

Saya beri waktu 10 menit utk menulis. Saya dan suami masuk ke dalam, agar mereka bisa menulis dgn bebas. Dan setelah 10 menit berlalu, kertas demi kertas itu tlah terkumpul. Tapi, ada seorang santri yg masih asyik menulis. Beberapa menit kemudian saya menunggu, dia masih menulis. Sampai akhirnya suami saya bilang:

Klo udah selesai, kamu kumpul saja di meja saya, ya!

Namun, setelah menit-menit kembali berlalu, santri yg bernama Jamal itu lantas berkata:

Pak, boleh jadi PR yaa? Tulisan saya msh panjang…

Saya tertawa. Kayaknya dia mau sekalian bikin novel hahaha.

Saya dan suami pun mulai membaca satu persatu tulisan yg sdh selesai. Baru juga paragraf pertama di surat pertama, saya sudah tertawa terbahak-bahak. Dan paragraf berikutnya saya berhenti tertawa dan rasa haru pun mulai mneyelusup pelan-pelan ke hati. Ada juga tulisan yg membuat saya sedih, tetapi selebihnya saya berharap tulisan-tulisan ini adalah ungkapan jujur mereka.

Sebenarnya saya pengen membagi semua tulisan2 itu di sini, tapi gak kuat ngetiknyaa haha. Ada 15 santri dan rata-rata tulisan mereka satu halaman atau lebih. Salah satu tulisan terbaik itu (pilihan saya dan suami) saya posting sebagian  isinya di sini:

Jujur,,,pertama kali saya melihat ibu, dalam hati saya berkata: apakah ini yg namanya bidadari turun dari langit? karna ibu cantik sekali. Pertama kali dtg di Tonronge mencari ilmu, semua teman2 di asrama membicarakan tentang ibu. “eh, ibu itu, udah ada suaminya belum?” Dan terjadilah perdebatan di antara kami, ada yg bilang ibu udah bersuami, lainnya bilang belum.

Sampai di sini saya masih tak kuasa menahan tawa :d

Ketika saya menuju ke mesjid, saya melihat seseorang duduk di belakang. Saya pikir ia orangtua santri. Namun saat iqamat, tiba-tiba guru saya meminta org itu menjadi imam sehingga saya jadi kaget. Suaranya bagus, dan tajwidnya juga bagus. Lebih heran lagi krn ia juga ternyata disuruh membawakan pengajian.

Saya tertawa geli. Haha, belum tahu dia klo org itu adalah…

Saya pun mulai berpikir: sepertinya ini suaminya ibu. Dan saat saya sudah masuk Aliyah, saya baru tau ternyata ibu sdh punya suami. Pokoknya saya kagum, mendapatkan suami-istri yg seperti Bapak dan Ibu. Saya harap klo saya punya istri, kesetiaannya seperti Ibu Mayyadah.

Hahahahahah. Aminnn. Duh Nak, kamu belum juga tamat sekolah!

Jika saya menjadi bapak, saya ingin menjadi seperti Bapak Ustaz H. Aliasyadi yg mesranya bagai Romeo dan Juliet. Bagai sandal dan kaki yg selalu bersama kemanapun dan dimanapun…

Hahahah…perumpamaannya lucu bangettt haha. Bagai sandal dan kaki? Baru denger saya!

Itulah sepenggal isi suratnya, yg dimulai dgn kalimat yg polos dan diakhiri dg kalimat tak kalah lugunya. Overall, selalu ada warna di tiap ultah pernikahan kami 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: