Melatih Anak Mandiri

Jika anda seorang ibu yang memiliki kesibukan di luar rumah dan anda tidak mau mengambil seorang baby sitter, maka hal yang wajib anda lakukan adalah melatih anak anda untuk mandiri. Saya sendiri awalnya sempat frustasi dengan bagaimana mengatur waktu di pagi hari. Saya sudah harus berangkat mengajar atau kuliah pagi, dan anak-anak harus dibuatkan sarapan, bolak-balik kakus, ditambah jika suami saya harus bertugas di luar daerah. Rasanya waktu sangat sempit!

Akhirnya saya mendidik sikembar untuk mandiri. Ternyata, banyak hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri oleh buah hati tanpa bantuan orangtua. Mungkin kedengarannya saya mendidik anak terlalu “keras” padahal umurnya masih tiga tahunan. Tapi, saya percaya, bahwa kedisiplinan satu-satunya cara agar kelak anak-anak saya berhasil di masa depan. Menyayangi anak tidak sama dengan memanjakan anak.Di usianya 3,5 tahun, Sikembar sudah bisa melakukan hal-hal seperti:

  • membawa gelas dan piring ke tempat cuci sehabis makan dan minum. (sudah bisa tanpa disuruh).
  • makan sendiri pake sendok meski belum rapi. yang mengharukan, sikembar sudah bisa memilah tulang ikan 🙂
  • menyikat giginya sendiri (lebih rajin dari mamanya haha).
  • ditinggal sama tetangga tidak rewel dan cengeng.
  • ditinggal sendiri di rumah: sebelum saya mengajar, saya nyalakan film kartun arab favoritnya. setelah itu, saya ke sekolah. saat jam istirahat saya pulang, sikembar masih serius menonton hehe.
  • membeli susu dan kue di koperasi dekat rumah tanpa diantar.
  • bermain sendiri atau main ke rumah tetangga.
  • ke kakus sendiri buang air jika mama dan baba tidak di rumah. tapi klo mama dan baba di rumah, aduhh, mereka masih pengen diantar. sekarang saya mulai melatihnya cebok sendiri sehabis buang air kecil.
  • kalau mandi, sikembar udah marah-marah meminta timba/gayung masing-masing. udah nggak mau dipegangin.
  • sudah bisa memilih sendiri baju yang mau dipakai, sandal mana yang disuka, film yang mau ditonton.
  • tidur sendiri kalau sudah mengantuk. lucunya, terkadang mereka tertidur di atas kursi mobil, di ruang tamu, atau depan laptop.

Sekarang ini, saya berusaha melatih mereka memakai celananya sendiri. Lucu sekali melihat ekspresi mereka yang menarik-narik ujung celana atau kesal melihat celananya terbalik 😀

Selain itu, dulu saya berpikir kalau anak laki-laki tidak lebih perhatian dengan pekerjaan mamanya ketimbang anak perempuan. Tapi, alhamdulillah, sikembar ringan tangan sekali jika melihat saya sibuk di dapur. Mereka sibuk membantu mencuci tomat, memotong kacang panjang, membuka kulit bawang, hingga menaruh piring-piring yang dibilas pada tempatnya.

Sedikit demi sedikit, lama-lama terbiasa. Kecil teranjak-anjak, besar terbawa-bawa. Kalau anak mandiri, orangtua pun lega:)

Image
sehabis mandi, pake bedak sendiri. hehe
Image
memotret sendiri mainan yang diaturnya 🙂
Image
bantu-bantu beresin ruang tamu
Iklan

Satu respons untuk “Melatih Anak Mandiri

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: