Kado Ultah Untuk Suamiku (Part 2)

Terhitung sejak kami menikah di 2008 silam, berarti sudah ada empat kali saya merayakan ultah suami yg jatuh tiap oktober. Sejujurnya, hari spesial bagiku atau bagi suamiku bukan cuma saat kami saling memberi surprise di hari ultah, tetapi setiap saat adalah hari yang spesial. Bahkan hari dimana kami tak punya uang, makan tanpa lauk, atau tidur dengan perut lapar, juga termasuk hari spesial.

Biasanya, jelang ultah suami, saya akan sibuk memikirkan kado apa yg akan saya berikan. Selama 4 kali ultahnya, setidaknya saya sdh memberikannya surprise yg berbeda-beda. Pernah saya bangun tgh malam, membuat puzel kata yg berakhir pada selembar puisi di dalam oven, pernah juga masak tumpeng dan ayam kecap, hingga memberinya sebuah handphone (baca: di sini).

Kali ini saya benar-benar blank page, tanpa ide sama sekali. Mungkin karena kesibukan kuliah dan lainnya, saya bahkan tdk tahu apakah bisa merayakannya atau tidak. Makanya di kelas saya pun bertanya sama teman-teman dari kaum adam: “kado apa sih yg sebenarnya diinginkan laki-laki di dunia ini?”.

Jawaban mereka macam-macam. Ada yg bilang, yg penting mengenyangkan perut (hahah, laki2 banget yaa), ada pula yg menganggap kalo laki-laki paling bahagia klo diizinin nikah lagi (aduhh, ini bukan kado, tapi musibah kaliii haha). Tapi akhirnya ada juga yg ngasih masukan logis: “kasih arloji aja, May!”

Sebenarnya saya memang berniat membelikannya jam tangan, krn suami sudah lama tak mengenakannya. Tapi waktu itu saya sempat ragu karena artinya saya harus menarik uang tabungan. Di tangan saya waktu itu cuma ada selembar uang merah, tentu tidak cukup utk membeli sebuah jam tangan yg benar2 awet dan bagus. Di satu sisi, tabungan hasil penjualan buku dan lainnya itu utk tabungan masa depan kami, apalagi anak-anak biasanya mendadak sakit. Belum lagi beasiswa Depagku belum cair, padahal transportasi bolak-balik Barru-Makkassar tidak butuh uang sedkit 😦

Namun, kalau niat ikhlas, apa sih yg tidak mungkin? Kalau saya miskin, bukankah saya punya Tuhan Maha Kaya? Dan benar, bantuanNya datang. Allah memberikan saya surprise sebelum saya berhasil memberi surprise bwt suami:) Sore itu, seseorang memberi saya segepok uang merah. Ternyata, gaji dosen saya satu semester kemarin! Ya Allah, saya bahkan sdh lupa!

Keinginanku pun terwujud sudah. Tanpa sepengetahuan suami, saya pun sudah membeli sebuah jam tangan berwarna hitam. Tanggal 10 Oktober pukul 00, saya bangun, mencium kening suami yg terlelap: “sanah helwa, Sayang!” dan ia tersenyum saja lalu melanjutkan tidurnya (haha). Dan pagi harinya semua berjalan seperti biasa. Bahkan mungkin dy sedikit kecewa karena tak ada satupun jejak surprise ultah di meja, di dinding, ataupun dimana-mana seperti ultahnya yg lalu.

Saya pun berangkat kuliah, dan suami akan kembali ke Barru. Artinya, kami berpisah selama tiga hari ( selama saya kuliah). Saya diam-diam menulis ucapan sebelum berangkat, menempelkannya di sampul arloji, menaruhnya di meja rias, dan ke kampus dengan perasaan lega. Saat saya pulang dari kampus, saya mendapati ucapan terima kasihnya dalam bahasa Arab, bertinta biru, di selembar kertas 🙂

Begitulah. Begitu sederhana, begitu bermakna 🙂 Bagaimanapun, kado utk yg tercinta semestinya berangkat dari ketulusan hati. Happy B-Day 🙂

Iklan

4 respons untuk ‘Kado Ultah Untuk Suamiku (Part 2)

Add yours

  1. haduh.. ikutan berdebar aku bacanya.. hihihi romantis, sederhana dan begitu bermakna, selamat ulang tahun untuk suami mba Maya ya… semoga Allah selalu melimpahkan Ridhonya untuk mba dan keluarga Amin..

    Suka

  2. senangnya dapat blognya kak maya lagi..kemarin sy kehilangan jejak, cuma save blog lamanya kak maya..

    N sebenarnya sy niat sekali ketemu kak maya waktu ada kak cipu di makassar n mo mengundang pas nikahan ku kak..
    But apa ada, mungkin sy belum dikasih rejeki ketemu kak maya..
    Happy forever ma suami yah kak 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: