Mengajari Anak Ke Toilet

Kalau anak anda sudah bisa berbicara, meski masih cadel, maka akan lebih mudah melatihnya untuk ke toilet sendiri. Hanya dibutuhkan sedikit kesabaran dan ketekunan, anda akan terbebas dari rutinitas memesang popok, membersihkan kotoran bayi anda, atau harus bolak-balik toilet menemani si kecil.

sumber: dokteranakku.net

Anak anda belum bisa berbicara dengan baik layaknya anak-anak lain? Jangan khawatir, anda tetap bisa mengajarinya untuk melepas ketergantungan kepada popok:) Bayi kembar saya, Azka Ahda, hingga usia dua tahun lebih tiga bulan, cara berbicara mereka masih belum jelas. Tapi, di sisi lain, menurut saya, mereka sudah cukup gede untuk bisa tahu kapan mereka harus buang air. Jadi saya pikir, gak masalah mengajari mereka sekarang.

Pertama, saya membuatkan mereka kosakata yang mudah diucapkan. kalau mau BAB, mereka cukup bilang “beyo'”, dan kalau BAK, mereka cukup bilang “piis”. TApi kemudian, kata “piis” itu berubah menjadi “encing”, karena sepertinya itu lbh mudah menurut mereka.

Awalnya sih, saya stres bukan main. Suami yang juga membantu, hampir2 menyerah. Tapi kami bertekad say goodbye sama popok instan, jadi setiap hari sikembar hanya pakai celana tanpa pelapis apa-apa. Seminggu pertama, mereka nangis melihat kotorannya sendiri menodai celana mereka. Mereka terkadang cuma berdiri, bengong, tanpa tahu mau bilang apa. Tapi saya dan suami terus-menerus mengatakan:

Adek, Kaka, Kalo mau beyo ato encing, bilang sama mama ya. bilang: maa, beyoo. maaa, encing! begitu ya!

Dua minggu pertama udah ada kemajuan. Mereka sudah bisa bilang, meski udah selesai BAB/BAK baru bilang. Sampe2 tetangga pada komentar: May, itu anak kamu jgn dipaksa, mereka kan blm bisa rasain kpn mereka mau buang air?

Tapi, saya sama suami bertahan. Binatang yang nggak punya otak aja bisa dilatih maen sirkus, haha, apalagi manusia, apalagi anak yg otaknya msh fresh kyk mereka. Alhmdulillah, kerja keras saya membuahkan hasil. Suatu hari, saya bangun tidur dan melihat ahda sudah nangkring di toilet. Saya terharu. Ia bahkan melepas celananya sendiri. Lucu banget melihat ia susah-payah berjongkok di atas WC 😀

Terkadang pula, ahda atau azka ngambek, tidak mau masuk toilet. Ternyata, mereka nggak mau kalau lampunya nggak nyala meski siang bolong. Mereka juga ogah kalau lantai toiletnya basah. Mereka juga males kalau di toilet ada binatang2. Berarti tugas saya bertambah: menjadi cleaning service di toilet 😀 Sekarang, dengan teknologi, produk toilet bayi yang lucu2 sudah bisa diperoleh di toko terdekat.

tokoinge.com
sumber: tokoinge.com

Oh ya, yang perlu diperhatikan adalah, jgn sampai memarahi anak jika mengulangi kesalahnnya. Ini dia yg sanagt susah saya patuhi. Kadang saya atau suami udah capek bkn main, ato lagi enak2nya tidur, tiba2 ahda azka BAB di kamar, aduhh, rasanya emosi udah sampe ubun2. Kalau sdh begitu, saya selalu menyesal kalau saya mengomel tak karuan di hadapan mereka. Itu hanya menambah frustasi mereka (anak2 jg bs stres loh). Intinya, sabar dan sabar adalah kunci untuk bisa sukses mengajari anak ke toilet.

Sekarang, azka ahda sudah pintar dan tahu kapan mau BAB, dan kapan mau BAK. TApi kalau bepergian, saya tetap memakaikan popok. Terkadang mereka terlalu asyik main atau nonton, tahu2 celana mereka udah bocor tnpa ada laporan ke saya terlabih dahulu haha. Yang seru kalau mereka bersamaan mau BAB. Aduhh, rasa2nya mau teriak saja kencang2 😀 Pernah pula saya masih asyik di dalam toilet, mereka menggedor2 pintu pengen masuk. Akhirnya saya buka pintu buru-buru, takut mereka BAB di luar toilet, ehh, ternyata mereka cuma pengen maen air. Hahah, capek dehhh!

Beberapa tips tambahan:
1. siapkan celana ganti yang banyak, apalagi jika anak anda bayi kembar. Kecuali jika anda bisa telaten langsung cuci en mengeringkan celana yang baru kena BAB mereka. Tapi insya Allah, ini cuma sebentar. Nanti lama-lama, satu celana bisa awet nggak bocor sampe jadwal mandi sore:)

2. Saling pengertian dengan suami. Kalau suami jarang di rumah, berarti anda harus siap mengandalkan diri sendiri. Kecuali jika tugas rumah lain dihandel pembantu atau ada sanak kelaurga yang membantu.

3. Rutin dan disiplin. Jangan hari ini lepas popok, besok pakai popok, besoknya lagi lepas. Itu hanya membuat anak anda bingung.

4. Di malam hari, sebaiknya kasur dialasi plastik atau pelapis anti tembus. Karena seringkali anak malas bangun tengah malam untuk buang air atau ngompol saat tidur. Sebaiknya, sebelum tidur, bawa si kecil ke toilet utk buang air terlebih dahulu.

5. Kenali kapan tepatnya anak harus BAB/BAK. Kalau Azka-Ahda, jadwal pipisnya pasti sehabis bangun tidur, menjelang mandi pagi, sebelum tidur, dst. Kalau BAB, yang pasti kalau sehabis minum susu di pagi hari, Azka Ahda langsung BAB 😀 DI luar itu, anda harus pandai2 memperkirakan, seperti jika anak anda kebanyakan minum, atau udara sedang dingin, dan situasi lain yang membuat anak ingin buang air.

Nah, berani coba sekarang?!

Iklan

2 respons untuk ‘Mengajari Anak Ke Toilet

Add yours

  1. betul ka,kudu ngajarin anak kecil hal2 kecil dari kecil.*nahlho?!:D
    mau cerita dikit juga deh.ade aku yang masi 2 taun-an juga udah biasa lepas pampers,tapi kalo lagi dibawa jalan2 masi suka pengen dipakein pampers sm ibu krna takut ga ad hamam kalo dy tiba2 mw BAK atw BAB.dan subhanallahnya,dy sampe ga mau dipakein pampers,kalopun dipaksa pake,dy bakal ngrengek2 minta dilepas sambil dy coba narik2 pampersx sendiri.sampe byasanya dilepas lagi pampersx karna kasian dy malah jadi ga nyaman.hehe.walaupuun,kadang ngasi tau dy BAB atw BAKnya telat belakangan.namanya juga anak kecil ya ka mayy?!:D *curcol.com

    Suka

  2. Trims tipsnya, nafis anak q. dia 2 tahun kurang 1 bulan. baru 1 minggu ini lepas pempers. tapi dia selalu ngomong kalau pipis atau BAB nya dah keluar. . . tapi penyesuaian mungkin ya.. mga2 mission cepet sukses . . .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: