Identifikasi Karakter Bayi Kembar

Meski ditakdirkan lahir bersama-sama, besar bersama di lingkungan yang sama, akan tetapi karakter bawaan bayi kembar anda belum tentu sama. Jika bayi anda kembar identik perempuan, boleh jadi satunya lebih feminim, sedangkan yg lain cenderung tomboy. Boleh jadi si A sangat penurut, sedangkan si B lebih militan.

Sikembar Azka-Ahda misalnya, sejak awal, perbedaan karakter keduanya sudah terlihat. Azka lebih sensitif dan peka, sedangkan Ahda sedikit cuek dan silent. Jika berhadapan dengan orang baru, Azka akan langsung tersenyum dan bersikap so welcome, sedangkan Ahda lebih memilih diam di tempat, mengamati si orang baru terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bersikap akrab atau tidak.

Saat makan bersama, Si Kaka (azka) makan dengan berhati-hati, sangat perhatian dengan kebersihan tangan dan bajunya dibanding Si Ade (Ahda), begitupun saat mereka bermain. Terkadang pula saya sebagai ibunya merasa jika Si Kaka lebih manja jika berhadapan dengan saya, terkadang pula Si Dede tidak mau kalah manja dari Si Kaka.

Anda bisa mengindenifikasi karakter bayi kembar anda sejak dini untuk mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing anak. Identifikasi sejak dini dapat dimulai dengan melihat gerakan mereka saat anda menyusui, apakah yang satu lebih banyak bergerak dan banyak main sambil minum atau tidak? Anda juga bisa memperhatikan kuantitas menangis mereka, siapa yang lebih mudah menangis, siapa yang paling keras tangisannya, dan siapa yang paling sering?

Sebelum bayi kembar anda mampu berbicara dengan sempurna, anda-lah yang dituntut untuk agresif mengamati dan memahami perbedaan kemauan dan pola keaktifan masing-masing anak. Sejak memasuki usia satu tahun, saya sedikit kewalahan mengajarkan Sikembar “pengenalan kata”. Saya melihat, Ahda alias Ade lebih cenderung pembelajar visual, sehingga, untuk mengenalkan satu kata itu tidak mudah. Jika saya mengucapkan kata “dingin” misalnya, dengan ekspresi datar-datar saja, ia tidak akan mengerti. Saat saya mengulang kata tersebut dengan ekspresi kedinginan saat menyentuh air, selanjutnya, Ade mulai paham, dan tak menunggu lama, vocabulary Ade pun bertambah. Setiap saya menceboknya, ia akan berkata “dinyin” yang artinya “dingin”.

Sebaliknya, Azka termasuk fast learner dalam hal penangkapan “kata baru”. Cukup mendengar, Azka sudah mampu mengulang kata tersebut dan menerapkannya dalam keseharian. Seperti saat saya tidak sengaja melihat cicak dan otomatis berseru: “Uh, ada cicak!”, dan saat itu pula saya tidak menyadari jika Azka ternyata menyerap vocabulary barunya. Esok harinya, mendadak ia menunjuk ke dinding dan berkata “Caca’…caca’…” berulang-ulang.

Meski perbedaan karakter itu sedikit demi sedikit mulai jelas terlihat, akan tetapi persamaan keduanya juga mengalami peningkatan yang signifikan. Mereka sama-sama memiliki keingintahuan yang luar biasa, keaktifan dan kelincahan yang bersaing, dan selera snack yang sama.

Sekarang, di umur dua tahun, saya mencoba mengurangi kebiasaan menyamakan pakaian sehari-hari keduanya. Bagaimanapun, saya menginginkan mereka memiliki hak memilih dan selera yang mungkin jadi tidak sama. Suatu hari, saya pun memakaikan Azka lebih dulu baju plus celana bergambar BERNARD BEAR yang berwarna terang. Karena baju itu cuma satu, saya lalu memberikan Ahda baju lain yang baju serta celananya tidak sepasang, dengan corak garis-garis dan berwarna kalem. Saya kemudian kaget, saya Ahda cemberut dan berkata dengan wajah kesal: “mauuuuu…mauuuu” yang maksudnya TIDAK MAU. Saya kemudian membuka laci pakaian, memberi Ahda kesempatan untuk mengambil bajunya sendiri. Ajaib, Ahda memilih baju-celana yang juga sepsang dengan gambar senada yaitu POWER RANGERS!

Hmm…sepertinya, akan banyak hal yang akan terjadi sebelum masa ‘golden age’ mereka berakhir yaa 🙂
Bagaimana dengan anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: